Anaknya Hanya Upload Foto Ferdy Sambo tapi Tidak Ada Foto Putri Candrawathi

Minggu 20-11-2022,17:50 WIB
Editor : Dona Piscesika

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Anak Sulung Ferdy Sambo, Trisha Eungelica Ardyadana kembali aktif di sosial media. 

Trisha sempat lama menghilang dan menonaktifkan akun instagramnya. 

Baru-baru ini anak Ferdy Sambo Trisha mengunggah foto bersama ayahnya.

Foto diunggah pada 8 November 2022, Trisha terlihat memamerkan dirinya berdua Ferdy Sambo dengan caption '221108 - my hero, forever and always' . 

Unggahan foto itu menjadi yang paling banyak dikomentari netizen. 

Isi komentarnya beragam, ada dukungan menyemangati, tak sedikit pula yang menasehati anak Ferdy Sambo hingga membully. 

Meski begitu, tak ada satupun komentar yang dibalas oleh Trisha. Dia tidak membatasi komentar, tak juga mengunci akun instagramnya @trishaeas.

Trishna sekilas memang terlihat lebih dekat dengan ayahnya Ferdy Sambo. Belum ada terlihat ia mengupload foto bersama ibunya Putri Candrawathi. Sehingga tersirat ia memang lebih dekat dengan ayahnya. 

"Kenapa hanya foto papanya foto mamanya ngak ada? Apa anaknya tau sesungguhnya terjadi dan papanya hanya lah sebagai alat," ujar salah satu netizen akun suciarfakids.

Sabtu 19 November 2022, Trisha anak Ferdy Sambo mengunggah foto sejumlah obat pil berwarna kuning dengan caption 'Ada yang jatuh tapi bukan cinta'.

Trisha tidak menjelaskan detil arti unggahan tersebut. Dia menutup fitur DM story. 

Trisha terkenal anak yang cerdas. Trisha sempat membuka jasa les online pelajaran matematika, biologi untuk pelajar.

Trisha adalah anak Ferdy Sambo yang memiliki tiga adik. Dia menjadi target bully netizen pasca kasus yang menimpa ayahnya ramai diberitakan.

Pada 20 Agustus 2022 lalu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Polri bakal memberikan pendampingan psikologis kepada putra/putri Irjen Pol. Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Disebutkan Dedi bahwa pendampingan tersebut akan diberikan oleh Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri.

Korps Bhayangkara memiliki Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri bertugas mendukung tugas operasional kepolisian.

Sejak Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka, muncul pemberitaan serta foto-foto yang tampilkan wajah anak-anak Ferdy Sambo.

Kondisi ini dampak dari kedua orang tuanya terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari dalam keterangan tertulisnya mengatakan , bahwa anak-anak Ferdy Sambo juga korban yang wajib untuk dilindungi.

Menurut Maulina, anak-anak seperti anak-anak pada umumnya melek terhadap internet dan memegang gawai, tentunya pemberitaan terkait dengan kedua orang tuanya bisa terpantau dengan mudahnya. 

Hal ini tentu membuat anak-anak tersebut bingung, panik, ketakutan, sedih, dan bercampur aduk semua perasaan menghadapi cobaan.

"Mereka pasti mengalami depresi karena tidak bisa ke sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa beraktivitas seperti biasa, kebebasannya terenggut seketika setelah orang tua mereka sebagai tersangka," kata Maulina.

Maulina berpendapat bahwa anak-anak Ferdy Sambo harus mendapatkan perlindungan dan bantuan, baik dari Polri, Komnas HAM, maupun Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak.

Apa yang dialami anak-anak Ferdy Sambo, kata Maulina, merupakan ekses dari krisis yang terjadi di tubuh Polri yang tidak bisa dihindari.

 "Mereka adalah korban perbuatan orang tuanya yang juga punya hak untuk melanjutkan kehidupan. Mereka berhak mendapatkan pendampingan secara psikologis, berhak mendapatkan perlindungan dari ancaman dan tekanan publik, dan berhak melanjutkan sekolah," kata Maulina. (*)

 

 

Kategori :