SUZUKI

MPRJ Adakan Seminar Kajian Perjuangan Pasukan Selempang Merah

MPRJ Adakan Seminar Kajian Perjuangan Pasukan Selempang Merah

Narasumber Asri Rasyid saat menyampaikan materi--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Museum Perjuangan Rakyat Jambi (MPRJ) melaksanakan Seminar Kajian Koleksi Perjuangan Pasukan Selempang Merah yang dilangsungkan pada Rabu (21/9) di Aula MPRJ. Seminar ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan nilai sejarah yang ada di Provinsi Jambi khususnya daerah Tanjab Barat agar dapat diketahui oleh generasi muda penerus bangsa.


Narasumber Syamsul Bahri saat menyampaikan materi--

Seminar yang mengusung “Kita Kaji, Lestarikan dan Kembangkan Nilai-nilai Sejarah serta Kejuangan Masyarakat Jambi” diikuti oleh 70 perseta yang merupakan mahasiswa dan guru sejarah SMP/SMA se-Kota Jambi. Seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu Asri Rasyid yang merupakan veteran Jambi dan Syamsul Bahri, penggiat sejarah dari Tanjab Barat dan Drs. Mhd. Erman (Pamong Budaya Madya).


Foto bersama usai kegiatan seminar--

Kasubbag TU Museum Siginjei, Syafriani mengatakan, Perjuangan Pasukan Selempang Merah di Tanjab Barat menjadi salah satu sejarah penting yang ada di Provinsi Jambi, dinilai perlu terus disampaikan kepada generasi muda. "Jangan sampai sejarah seperti ini hilang, melalui para guru lah diharapkan dapat menceritakan kembali kepada anak didik tentang sejarah Perjuangan Pasukan Selempang Merah di Tanjab Barat yang diperoleh dari seminar yang telah dilaksanakan," ujarnya.


Peserta yang mengikuti kegiatan seminar--

Selain itu, Syafriani  menyebutkan, nilai-nilai luhur kesejarahan yang tersimpan dalam museum memberi manfaat edukatif, inovatif, kreatif dan imajinatif. Belajar sejarah akan dapat membangkitkan jiwa patriotisme dan mengembangkan semangat nasionalisme. 


Pemberian doorprize kepada peserta seminar--

Museum sebagai salah satu pusat informasi dan budaya memang selalu dituntut untuk meningkatkan kreativitas dalam menyebarluaskan informasi, tidak saja melalui pameran tetapi juga melalui kegiatan lain dengan memanfaatkan berbagai media yang ada. “Salah satunya melalui seminar, sehingga sejarah tentang Perjuangan Pasukan Selempang Merah di Tanjab Barat dapat diketahui oleh berbagai lapisan masyarakat,” imbuhnya. (kar)

Sumber: