Mengurai Inclusion Error dalam Kebijakan Subsidi Energi
Dr.M.Lucky Akbar, S.Sos, M.Si--
Kesamaan dari berbagai praktik tersebut adalah adanya integrasi data lintas sektor, pembaruan data secara dinamis, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Reformasi subsidi dipandang sebagai proses memperbaiki kualitas tata kelola, bukan sekadar mengurangi anggaran.
Indonesia sesungguhnya telah memiliki fondasi menuju arah tersebut. Integrasi NIK, DTSEN, digitalisasi transaksi, hingga pengembangan identitas kependudukan digital membuka peluang untuk membangun sistem penargetan subsidi yang jauh lebih presisi. Pada akhirnya, keberhasilan mengurai inclusion error bukan diukur dari berapa besar subsidi yang berhasil dikurangi, melainkan dari seberapa tepat negara mampu melindungi masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. (*)
*) Penulis Adalah ASN Kemenkeu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




