JAMBI EKSPRES EPAPER

DEN Gandeng UNJA Gelar Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional

DEN Gandeng UNJA Gelar Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional

DEN Gandeng UNJA Gelar Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional--

JAMBIEKSPRES.CO.ID- Dewan Energi Nasional (DEN) bekerja sama dengan Universitas Jambi (UNJA) menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan Energi di Aula Pascasarjana Gedung Singadekane Lantai 7, Kampus Telanaipura UNJA, pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang bertema "Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman KEN dan Isu  Strategis serta Cadangan Energi Nasional" resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H.

BACA JUGA:Kapal MT Nurhasanah Lima Meledak Saat ABK Sedang Perbaikan Mesin

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan energi nasional demi masa depan Indonesia. "Diharapkan menjadi langkah yang strategis baik bagi Universitas Jambi maupun bagi lembaga-lembaga yang berkepentingan dalam hal ini karena ketika kita bicara soal Energi Nasional kita berbicara soal kebutuhan bersama dan masa depan Negara Republik Indonesia," katanya.

Sosialisasi menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang diantaranya Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc. (Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional), Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si. (Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional). 

BACA JUGA:Debit Air Sungai Surut, Akses Pelayaran dari Pelabuhan Talang Duku ke Hulu Terhenti Total

Selain dari pihak DEN, dihadiri akademisi UNJA yaitu Nazarudin, S.Si, M.Si, Ph.D. (Kepala Pusat Unggulan Iptek Bio-Geo Material dan Energi LPPM UNJA), kemudian dari Sektor Energi Eviyanti Rofraida, S.IP, M.M. (Corporate Secretary PT. Pertamina Hulu Rokan) serta Tandry Andry Negara, S. STP, M.Si. (Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi). Diskusi dipandu langsung oleh Prof. Amirul Mukminin, S.Pd, MA, Ph.D selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si., mengulas Kebijakan Energi Nasional terbaru yang diatur dalam PP No. 40 tahun 2025 terdapat tiga perubahan strategis utama, yaitu target pertumbuhan ekonomi menuju negara maju pada 2045, kemajuan teknologi serta perkembangan EBT, dan dekarbonisasi menuju Net Zero Emission pada 2060. "Salah satu sasaran pencapaian KEN adalah mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan energi. Ketiganya saling terkait. Kedaulatan merupakan kemandirian negara dalam mengelola kebijakan yang berprioritas nasional, sementara kemandirian berfokus pada peningkatan kapasitas domestik. Adapun ketahanan mencakup empat pilar utama, yaitu ketersediaan energi, keterjangkauan harga, kemudahan akses, dan tentunya sifatnya yang ramah lingkungan," ujar Kholid.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Lima Rancangan Produk Hukum Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc. menyampaikan kabar menggembirakan mengenai posisi Indonesia yang dinobatkan sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia. Berdasarkan laporan Eye on the Market dari JP Morgan Asset Management yang menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar (mewakili 82% konsumsi energi global), Indonesia mencatatkan angka ketahanan sebesar 77%. Indonesia berada tepat di bawah Afrika Selatan (79%) serta mengungguli negara-negara lain seperti China (76%), Uzbekistan (71%), dan Amerika Serikat (70%).

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Lima Rancangan Produk Hukum Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota

Lebih lanjut, Dadan menambahkan bahwa Indeks Ketahanan Energi (IKE) Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kondisi TAHAN dengan skor 7,13. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 0,39 jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi memaparkan besarnya potensi energi primer dan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dimiliki wilayah tersebut. Berdasarkan data Outlook Energi Indonesia, kekayaan energi primer Jambi didominasi oleh gas bumi sebesar 5.517,8 BCF, disusul cadangan batubara mencapai 2.224,9 juta ton, serta minyak bumi sebesar 228,3 MMSTB.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Unggulan Iptek Bio-Geo Material dan Energi LPPM UNJA, Nazarudin, Ph.D., menggarisbawahi pentingnya riset sebagai fondasi utama dalam siklus inovasi dan pengembangan. Melalui pengenalan skema "3R 3D", beliau menegaskan bahwa kegiatan riset (Research) tidak boleh hanya menjadi formalitas akademis atau berhenti sebagai laporan yang mangkrak tanpa kelanjutan. "Saya usulkan ada skema namanya 3R 3D. Pertama R-1 (Research). Seorang akademisi, scientist, atau mahasiswa intinya mencoba meriset. Lalu Development, membuat sesuatu yang bisa. Jangan kita melakukan penelitian lalu hasilnya tidak di-riset. Kita harapkan dalam satu penelitian mulai dari 3R ini, sehingga terus-menerus melakukan satu siklus hingga mendapat kesimpulan yang baik," ujar Nazaruddin.

Sementara itu, saat diwawancarai seusai acara, Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang mendorong kelancaran operasional migas secara aman sehingga dapat segera berproduksi. Ia mengilustrasikan, dari total penduduk Jambi yang mencapai sekitar 3,8 juta jiwa, sepertiganya saja sudah merepresentasikan kebutuhan bahan bakar hingga ribuan kiloliter di daerah tersebut. Ke depan, pihak Pertamina Hulu Rokan berencana melakukan eksplorasi baru setelah menyelesaikan tahap pertama, proses akan berlanjut ke tahap kedua dan ketiga. Selain wilayah Pancoran, pengembangan juga akan menyasar area Jambi Merang.  “Walau secara administratif Jambi Merang berada di wilayah Sumatra Selatan, proses perizinannya tetap akan berkoordinasi dan diajukan di salah satu wilayah terkait,” imbuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait