PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan Gelar EDU-SIJADI dan Duta TABAH dalam PIMNASKES II

PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan Gelar EDU-SIJADI dan Duta TABAH dalam PIMNASKES II

Foto bersama PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan saat kegiatan EDU-SIJADI dan Duta TABAH dalam PIMNASKES II --

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Politeknik Kementrian Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jambi kembali unjuk prestasi dalam PIMNASKES II (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Poltekkes Kemenkes). 

 

Total 11 tim yang terlibat dari masing-masing skema yaitu PKM-Penelitian, PKM-Pengabmas, PKM-Kewirausahaan dan PKM-Teknologi. 

 

PIMNASKES II yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Pusdik SDMK), dalam rangka melaksanakan pembinaan kegiatan kemahasiswaan untuk menyiapkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes, sebagai calon tenaga kesehatan yang kompeten sesuai dengan tuntutan kebutuhan pelayanan kesehatan. 

 


EDU-SIJADI terhadap hepatitis akut di SDN 134/IV Kota Jambi yang dilakukan Tim PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jambi--

 

EDU-SIJADI (Edukasi Simulasi Jaga Diri) terhadap hepatitis akut dilaksanakan di SDN 134/IV Kota Jambi yang dilakukan Tim PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan. Tim PKM-M ini terdiri dari Dwi Okni Nur Seulawah sebagai ketua dan anggotanya meliputi , Yayang Gusvina , Betri Agustiani dan Lelga Oktaviona serta didampingi dosen pembimbing Winda Triana S.Pd.,M.Kes dan Pahrur Razi SKM,MKM. 

 

Memilih judul Edukasi Simulasi Jaga Diri (EDU-SIJADI) dari Hepatitis Akut pada Anak Sekolah Dasar. Judul ini berdasarkan fenomena yang sedang terjadi saat ini yaitu hepatitis akut. 

 

Ketua Tim PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan Tim PKM-M, Dwi Okni Nur Seulawah mengatakan, hepatitis akut merupakan kondisi yang menyerang parenkim atau sel hepatosit pada hasil yang di sebabkan peradangan atau inflamasi akut.

 

"Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut, kasus yang belum diketahui penyebabnya mengakibatkan meninggal seorang anak karena peradangan hati parah," kata Ketua Tim PKM-M Jurusan Promosi Kesehatan kemarin (21/9).

 

Setelah meluas, pada 15 April 2022 WHO memastikan kasus Hepatitis akut ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). 

 

Di Indonesia, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengumumkan bahwa saat ini sudah ada 5 anak yang meninggal diduga penyakit Hepatitis akut. Pertama temuan saat tiga pasien anak di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta meninggal pada awal Mei 2022.

 

"EDU-SIJADI atau Edukasi Simulasi Jaga Diri dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan hepatitis akut pada anak SDN 134/IV Kota Jambi," jelas Dwi Okni Nur Seulawah.

 

Edukasi yang diberikan mengenai hepatitis akut, perilaku hidup bersih dan sehat disekolah dan peningkatan protokol kesehatan. Kemudian dilakukan simulasi pencegahan hepatitis seperti cuci tangan pakai sabun dengan benar, cara penggunaan masker dengan benar dan menjaga jarak. Penganugerahan Duta TABAH (Tanggap Wabah) SDN 134/IV Kota Jambi.

"Selain EDU-SIJADI, bentuk keberlanjutan yang dilakukan oleh Dwi Okni dan tim adalah dengan membentuk duta TABAH," lanjutnya.

 


Siswa SDN 134/IV saat simulasi pencegahan hepatitis seperti cuci tangan pakai sabun dengan benar--

 

Duta TABAH atau tanggap wabah, merupakan kader yang dibentuk sebagai keberlanjutan program ini yang bertugas sebagai rule model bagi teman-temannya, dalam pelaksanaan pencegahan wabah. Kata Tanggap dipilih supaya kader sigap, cepat dan bersungguh-sungguh dalam mencegah wabah. 

 

"Pembentukan Duta TABAH melalui proses pemilihan yang dilaksanakan pada 26 Juli 2022, selanjutnya pelatihan duta TABAH yang dilaksanakan 27 Juli dan terakhir penganugerahan dilaksanakan 28 Juli 2022 yang langsung diselempangkan oleh Ketua Jurusan Promosi Kesehatan Ervon Veriza SKM,MKM serta di damping Kepala Sekolah SDN 134/IV Kota Jambi Pemi S.Pd,M.Pd diruang kelas SDN 134/IV Kota Jambi," papar Dwi Okni Nur Seulawah.

 

Diharapkan program EDU-SIJADI yang telah dilaksanakan, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa.

 

"Serta Duta TABAH bisa menjadi keberlanjutan program, dan dapat dikelola oleh sekolah itu sendiri sehingga dapat mewujudkan sekolah siaga wabah," tandasnya. (yos)



Sumber: