Muba Hanya Kebagian Satu Exit Tol di Ruas Betung-Jambi

Minggu 21-05-2023,13:31 WIB
Reporter : Dona Piscesika
Editor : Dona Piscesika

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Pemkab Musi Banyuasin (Muba) ternyata ingin menambah jumlah exit tol yang akan dilewati tol Betung-Jambi di Kabupaten Muba

 

Pj Bupati Muba, Apriyadi mengatakan, pihaknya masih memperjuangkan agar Gerbang Exit di ruas jalan Tol Betung-Jambi bisa bertambah minimal satu lagi di Kabupaten Muba.

 

Melihat perencanaan yang ada, Kabupaten Muba kata Apriyadi hanya kebagian satu exit tol. “Yaitu di sekitar Simpang C2,” ujar Apriyadi seperti dikutip Jambi Ekspres dari hariamuba.com.

 

Tambahan exit tol yang akan diusulkan Pemkab Muba rencananya berada di wilayah Sungai Lilin. Pj Bupati mengungkapkan saat ini pihaknya masih dalam proses mengusulkan tambahan tersebut.

 

"Jalan tol di Muba ini sepanjang 131 KM, masa exit tol nya cuma satu, kita masih usulkan tambahan satu lagi," tegasnya lagi.

 

Usulan penambahan exit tol ini targetnya agar warga Muba semakin mudah mengakses Tol Betung-Jambi dan kian meningkatkan perekonomian warga Muba secara umum.

 

Pemkab juga ingin pelaku UMKM di Muba ikut terdampak jika tol Jambi-Betung jika nanti tersambung. Pemkab juga ingin pelaku UMKM Muba bisa mengakses rest area dan menjual produknya di rest area.

 

Tol Betung-Jambi nantinya membentang di 5 kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin. Mulai dari Kecamatan Babat Supat, Kecamatan Keluang, Sungai Lilin, Tungkal Jaya hingga ke Kecamatan Bayung Lencir.

 

Terkait pembebasan lahan di Kabupaten Muba, saat ini kata Apriyadi sebagian sudah masuk dalam tahap proses pembebasan lahan.

 

Bisakah pemerintah daerah mengajukan exit tol di wilayah mereka? Berdasarkan keterangan Kementerian PUPR yang dikutip Jambi Ekspres, disebut bahwa Exit Tol bisa bertambah setelah fisik tol terbentuk.

 

Bisa saja kepala daerah mengusulkan membuat exit tol baru yang menguntungkan daerahnya, hanya saja akan ada persyaratan yang mengatur pembuatan exit tol tambahan ini.

 

Tol yang akan dibangun dalam waktu dekat di Muba adalah tol Bayung Lencir-Meston.

 

Bayung Lencir dan Jambi akan disatukan oleh jalan tol sepanjang 33,05 Kilometer dan akan dibangun dalam tiga seksi, seksi 3 sepanjang 15,4 kilometer dari arah Mestong Jambi, sementara di wilayah Musi Banyuasin Sumatera Selatan yaitu seksi 1 sepanjang 7 kilometer dan sisanya seksi 2.

 

Adapun kontrak kerja tol Bayung Lencir-Mestong ini telah dilaksanakan pada Rabu (17/5) di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta.

 

Sepanjang 7,62 km yang akan dikerjakan oleh PT Adhi Karya - PT Waskita Karya - PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp1,61 triliun.

 

Direktur Jalan Bebas Hambatan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Triono Junoasmono mengatakan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah memberikan perintah agar pekerjaan bisa segera dilakukan.

 

Akan ada 7 desa di Bayung Lencir yang akan dilintasi dan terdampak langsung dengan pembangunan jalan tol Bayung Lencir-Mestong ini.

 

Berikut nama-nama desanya: Desa Sukajaya, Desa Mekar Jaya, Desa Senawar Jaya, Desa Wonorejo, Desa Mendis Jaya, Desa Mendis dan Desa Kalibiru.

 

Warga desa di Bayung Lencir juga telah menerima uang ganti untung lahan yang terdampak sejak akhir tahun 2022 lalu.

 

Ada 63,42 hektare atau 159 bidang tanah yang akan dilintasi proyek Jalan Tol Trans Sumatera di Bayung Lencir ini.

 

Setelah melalui proses penilaian nominal ganti untung oleh tim terkait, total dana untuk pembebasan lahan di Bayung Lencir mencapai Rp40,25 Miliar.

 

Dalam perencanaannya, akan ada satu interchange atau simpang susun di Bayung Lencir.

 

Interchange merupakan persimpangan yang tidak sebidang tapi berbeda tingginya.

 

Artinya di persimpangan jalan yang berbeda tinggi itu ada jalur yang berbeda, jadi bisa dua atau lebih badan jalan yang akan disambungkan dengan bantuan simpang susun.

 

Di interchange atau simpang susu ini, perpindahan kendaraan tanpa harus berhenti terlebih dahulu alias bebas dan ‘tanpa hambatan.

 

Jika di jalan lalu lintas biasa, dari jalur 1 ke jalu 2 biasanya kita dihalangi lampu lalu lintas, maka dengan interchange pengguna tol tak perlu berhenti, gas terus.

 

Sekarang, masyarakat Bayung Lencir tinggal menunggu, kapan Tol Jini bisa tersambung dari Jambi hingga ke ujung pulau Sumatera. (dpc)

 

Kategori :