Pandemi Mengukir Banyak Prestasi, Resepnya? Deadline Palsu

Pandemi Mengukir Banyak Prestasi, Resepnya? Deadline Palsu

Ribby Agustin--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Ribby Agustin termasuk remaja yang mendapat berkah atas pandemi Covid-19 ini. Berkah bukan karena beruntung semata namun karena prestasi yang ia perjuangkan sendiri. 

 

Pandemi diakui Ribby dimanfaatkannya dengan sangat baik. Selama pandemi Ribby telah mengikuti berbagai kegiatan, diantaranya petugas upacara pembukaan dan penutupan Perkemahan Wirakarya Nasional Jambi tahun 2021,  Peserta PPK 2022, Peserta PPK 2021, peserta lomba Gerak Lomba Variasi 2021, peserta lomba PMR kegiatan kreasi V, peserta KIE gema cermat, kader bela negara 2021, ketua MPK 2022 – 2023, anggota paskibra, pramuka, osis, peserta lomba musikalisasi di museum perjuangan tahun 2021 dan pendamping putri jambore ranting anggota SMPN 18 Kota Jambi 2022 dan  Duta Anti Narkoba 2021. 

 

“Saat pandemi ini juga, saya mendapat kesempatan dan pencapaian untuk memperkenalkan sekolah SMAN 8 Kota Jambi ke tingkat provinsi secara online dan offline,” lanjut Ribby. Disamping itu ia juga tetap fokus dengan jabatannya di sekolah sebagai Ketua MPK periode 2022/2023 di SMA N 8. “Jabatan ini memiliki tugas dan  tanggung jawab memantau kinerja dan proker ketos waketos,menjadi pemimpin penasehat saat rapat evaluasi kegiatan, dan membantu menyukseskan proker OSIS,” lanjutnya. 

 

Dengan padatnya aktivitas ini, Ribby ternyata memiliki resep menarik menjalani semuanya agar tetap berjalan lancar. “Rahasianya adalah membuat deadline palsu,” ujar Ribby. Deadline palsu yang dimaksud Ribby adalah memajukan semua pekerjaan paling tidak 1 jam lebih awal. “Dan artinya juga memajukan jam kegiatan sehingga ini membuat semua bisa berjalan ontime bahkan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya, memulai cepat juga membuat kita punya waktu panjang untuk banyak hal,” kata penyuka seblak ini. 

 

Deadline palsu ini diakui Ribby sangat efektif, al hasil ia bisa menjalani banyak kegiatan dengan baik. “Sebenarnya pada waktu tertentu kita tau dan sadar itu jadwal palsu, namun karena punya komitmen mengikuti jadwal palsu ni, akhirnya itu pun jadi kebiasaan, al hasil benar-benar bermanfaat,” lanjutnya lagi. Ia pun kemudian punya kebiasaan ontime dalam beragam kegiatan. 

 

Tak hanya urusan sekolah, deadline palsu ini bahkan juga terbawa dalam kehidupannya di luar sekolah. “Dampaknya sangat baik, jadi jangan takut merubah waktu, kapan perlu jam di HP atau di jam tangan juga diganti 1 jam lebih cepat, pasti nanti akan terasa manfaatnya,” tambah cewek kelahiran 2005 ini menutup wawancara. (dpc)

Sumber: