Film Ngeri-Ngeri Sedap Tembus 1 Juta Penonton, Jenderal Luhut Dibuat Mewek

Film Ngeri-Ngeri Sedap Tembus 1 Juta Penonton, Jenderal Luhut Dibuat Mewek

Film Ngeri Ngeri Sedap yang berkisah tentang keseruan anak rantau dan keluarganya siap tayang di bioskop mulai 2 Juni 2022--GoodWork--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kebanyakan publik menilai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai sosok yang tegas.

Namun, siapa sangka jika menteri berdarah Batak ini bisa menangis. Ya, sebuah film keluarga terbaru, Ngeri-ngeri Sedap garapan Bene Dion berhasil membuatnya tersentuh hingga menangis dibuatnya.

Pak Luhut menangis karena tersentuh oleh kisah keluarga Batak yang disajikan.

“Ya saya menitikkan air mata. Saya jujur (nangis) karena si ayah mengakui kesalahannya. Selain itu, Saya bangga kepada sutradara yang merancang ini selama 8 tahun, kemudian dibuat film. Penyajiannya kalau saya bisa bilang sudah high-end, bukan film kacangan. Saya sampaikan selamat kepada sutradaranya,” kata Luhut yang membuat film ini kini menjadi buah bibir di sosial media.

Film tersebut berhasil mencapai 1 juta penonton di 11 hari pertama penayangan, hingga sekarang.

Mengenai keberhasilan dari pencapaian film Ngeri-ngeri Sedap, tidak lain adalah alur film yang diklaim sangat menarik, lucu, dan penuh haru.

Hal ini didukung dengan berbagai macam ulasan positif yang berdatangan dari para penonton, termasuk salah satunya datang dari Luhut.

Ngeri-ngeri Sedap merupakan film bertema keluarga bergaya batak, yang mengisahkan sepasangan orang tua yaitu, Pak Domu (Arswendy Beningswara Nasution) dan Marlina alias Mak Domu (Tika Panggabean).

Mereka dikaruniai empat anak, yaitu Domu (Boris Bokir), Sarma (Gita Bhebhita), Gabe (Lolox), dan yang terakhir Sahat (Indra Jegel).

Pada suatu hari, Pak Domu dan Mak Domu terlihat gelisah karena keempat anaknya yang di perantauan sudah lama tak mengunjungi mereka.

Seperti kebanyakan orang tua pada umumnya, yang kerap merindukan anaknya yang sudah dewasa. Mereka akhirnya menyusun rencana agar seluruh anaknya pulang dari perantauan.

Mak Domu memutuskan untuk berpura-pura bertengkar hebat dengan sang suami. Pertengkaran itu diatur sedemikian rupa agar terdengar ke telinga anak-anaknya, sehingga bisa memberikan mereka alasan untuk pulang ke rumah mengunjungi orang tua.

Setelah keempat anaknya pulang, mereka justru terkejut saat tiba di Medan karena pertengkaran tersebut ternyata hanya kebohongan belaka yang dibuat oleh kedua orang tuanya.

Mak Domu ingin melihat anak-anaknya menikah. Selain itu, ternyata Pak Domu menyimpan sebuah rahasia besar yang tak ingin diketahui keluarganya sebelum keinginan tersebut tercapai.

Sumber: