Bank Jambi Miliki Gedung Baru 12 Lantai

Bank Jambi Miliki Gedung Baru 12 Lantai

JAMBI - Bank Jambi kini memiliki gedung baru 12 lantai. Gedung baru yang dinamakan Mahligai 9 yang merupakan gedung kantor pusat Bank Jambi, dan diresmikan oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos.,M.H. Dirut Bank Jambi Dr. H. Yunsak El Halcon yang akrab disapa Bang El mengatakan, latar belakang pembangunan gedung adalah sebagai pemenuhan kebutuhan ruangan untuk unit kerja Bank Jambi, peningkatan bisnis dan perluasan layanan bisnis dan performance dan trust.

“Proses pembangunan Gedung Mahligai 9 bersumber dari alokasi laba Bank Jambi, melalui cadangan bertujuan selama waktu 2016 hingga tahun 2018, dengan posisi dana cadangan sampai akhir tahun 2019 sebesar Rp 111.428.888.917 (seratus sebelas milyar empat ratus dua puluh delapan juta delapan ratus delapan puluh delapan ribu Sembilan ratus tujuh belas rupiah),” papar Bang El kemari (4/2).

Sedangkan Konsep Gedung Mahligai 9, dibangun dengan konsep Green Building dan Office Tower oleh Konsultan Manajemen PT Perentjana Djaja. Gedung Mahligai 9 merupakan bangunan yang hemat energi, dengan sistem pengolahan IPAL yang modern dan ramah lingkungan, dan efisiensi pemanfaatan air hujan dengan penampungan, sehingga dapat digunakan untuk pemeliharaan lingkungan yang dapat menghemat penggunaan air.

“Proses pembangunan gedung, dimulai dengan penetapan konsultan manajemen konstruksi proses perencanaan dan tender terbuka. Dengan menggunakan Konsultan Manajemen Konstruksi, dengan tujuan membantu pejabat pemutus pengadaan dan panitia pengadaan dalam penjaminan mutu (Quality Assurance, red), pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung kantor pusat PT Bank Pembangunan Daerah Jambi. Mulai dari tahapan pengadaan dan pelaksanaan konstruksi design dan build dengan konsep green building sampai dengan serah terima akhir pekerjaan (mulai proses bulan Januari tahun 2020, red). Berdasarkan analisa, pemenuhan persyaratan kualifikas teknis Pelaksana Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Perentjana Djaja,” urainya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung ini, disupervisi oleh KPK RI, Kejaksaan Tinggi Jambi, Polda Jambi, BPKP Prov Jambi, Korem 042 Gapu Jambi dan Kantor OJK Prov Jambi, serta Tokoh-tokoh adat Jambi.

“Gedung Mahligai 9 menyediakan 5 lantai dari 12 lantai yang tersedia yang memiliki fungsi dan dapat digunakan atau disewa, dengan tujuan hasil pendapatan operasional office tower digunakan untuk biaya operasional dan maintanen gedung mahligai 9 yang terdiri dari Lantai I Luas 515,59 meter persegi diperuntukan bagi pelaku UMKM. Lantai II luas 335,13 meter persegi, diperuntukan sebagai ruang pertemuan atau ballroom yang dapat disewa masyarakat umum/pemda/perusahaan. Lantai IV dengan luas 560,20 meter persegi difungsikan sebagai masjid dan space cafeteria/foodcourt baik itu indoor maupun outdoor untuk pelaku UMKM. Lantai VI dengan Luas 600,72 meter persegi diperuntukan space kantor bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menyewa. Lantai 12 dengan luas 706,19 meter persegi diperuntukan untuk café dan restoran,” terangnya.
Pemberian nama Mahligai berdasarkan usul Marzuki Usman, yang merupakan tokoh asli Jambi, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

“Mahligai berarti ruang tempat kediaman raja atau putri-putri raja. Ini juga didasari sejarah jambi sebagai salah satu pusat kerajaan dan pusat Pendidikan pada masa dahulu,” bebernya lagi.
Sementara, Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos.,M.H dalam sambutannya mengatakan, Bank Jambi tidak ada apa-apanya tanpa nasabah yang turut serta menabung di Bank Jambi.
\"Kami atas nama Pemprov Jambi sangat bangga sekali dengan kehadiran Mahligai 9 Bank Jambi. Harapan dari masyarakat Jambi bagaimana Bank Jambi dapat menyentuh dan melayani masyarakat yang paling bawah,\" terang Gubernur.
Bank Jambi pun harus mampu menjawab persoalan mendasar, agar mencegah masyarakat berhubungan dengan rentenir, sehingga diperlukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jambi, untuk menggeliatkan perekonomi masyarakat hingga dipelosok desa. Kehadiran Mahligai 9 pun harus memberikan pelayanan yang baik.
\"Termasuk peningkatan teknologi dan SDM karena saat ini sudah diera digitalisasi. Kalau keseluruhan ini dijalankan, maka Bank Jambi akan berkembang lebih baik dan dapat tumbuh positif,\" terangnya.
Ditahun 2024 mendatang, dirinya juga meminta permodalan Bank Jambi harus mencapai diangka Rp. 3 triliun. Selain itu Bank Jambi pun bisa berkolaborasi dengan bank-bank laimln, agar dapat tumbuh lebih cepat.


\"Saya juga meminta di Mahligai 9 ditiap ruangannya dinamakan nama tokoh-tokoh Jambi seperti Yusuf Singadekane, Maschun Sofwan dan lainnya. Ini bertujuan agar generasi muda mengenal tokoh-tokoh asal Jambi,\" tandasnya.
Dalam peresmian Mahligai 9 ini dihadiri anggota DPR RI Dapil Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Provinsi Jambi, Wakapolda Jambi, perwakilan Danrem 042/GAPU, Wagub Jambi, Sekda Provinsi Jambi, Bupati/Walikota , BPKP Provinsi Jambi, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Perentjana Djaja, Komisaris Utama, Direktur Utama Mitra Kerja Bank Jambi, Komisaris dan Direktur Utama BPD Seluruh Indonesia, Panitia Pembangunan Gedung, Panitia Peresmian, nasabah Inti Bank Jambi dan undangan lainnya.

 Sebelumnya Dirut Bank Jambi Dr. H. Yunsak El Halcon yang akrab disapa Bang El mengatakan, latar belakang pembangunan gedung adalah sebagai pemenuhan kebutuhan ruangan untuk unit kerja Bank Jambi, peningkatan bisnis dan perluasan layanan bisnis dan performance dan trust. Dalam proses pembangunan gedung, telah melalui persetujuan RUPS Bank Jambi sebagaimana tertuang dalam akta notaris RUPS Nomor 61 ,62 tahun 2013, 81 tahun 2016, 123 tahun 2016 dan 10 Tahun 2018.

“Proses pembangunan Gedung Mahligai 9 bersumber dari alokasi laba Bank Jambi, melalui cadangan bertujuan selama waktu 2016 hingga tahun 2018, dengan posisi dana cadangan sampai akhir tahun 2019 sebesar Rp 111.428.888.917 (seratus sebelas milyar empat ratus dua puluh delapan juta delapan ratus delapan puluh delapan ribu Sembilan ratus tujuh belas rupiah),” papar Bang El.
Sedangkan Konsep Gedung Mahligai 9, dibangun dengan konsep Green Building dan Office Tower oleh Konsultan Manajemen PT Perentjana Djaja. Gedung Mahligai 9 merupakan bangunan yang hemat energi, dengan sistem pengolahan IPAL yang modern dan ramah lingkungan, dan efisiensi pemanfaatan air hujan dengan penampungan, sehingga dapat digunakan untuk pemeliharaan lingkungan yang dapat menghemat penggunaan air.


“Proses pembangunan gedung, dimulai dengan penetapan konsultan manajemen konstruksi proses perencanaan dan tender terbuka. Dengan menggunakan Konsultan Manajemen Konstruksi, dengan tujuan membantu pejabat pemutus pengadaan dan panitia pengadaan dalam penjaminan mutu (Quality Assurance, red), pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung kantor pusat PT Bank Pembangunan Daerah Jambi. Mulai dari tahapan pengadaan dan pelaksanaan konstruksi design dan build dengan konsep green building sampai dengan serah terima akhir pekerjaan (mulai proses bulan Januari tahun 2020, red). Berdasarkan analisa, pemenuhan persyaratan kualifikas teknis Pelaksana Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Perentjana Djaja,” urainya.
Proses Penunjukan Pelaksana Pekerjaan dengan tender yang dimulai bulan Juni 2020, dengan kontrak design and build. Tujuan menggunakan kontraktor design and build adalah pembangunan harus diwujudkan dan dilengkapi dengan peningkatan mutu atau kualitas, sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya dan dapat menjadi teladan bagi lingkungannya. prinsip design and build sendiri yakni pihak kontraktor pelaksana melakukan pekerjaan berdasarkan gambar basic design, yang disiapkan mulai dari perencanaan pembangunan termasuk proses perizinan, design struktur arsitektur dan MEP (Mekanikal,Elektrikal dan Plumbing, red) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta pelaksanaan proses konstruksi sampai dengan serah terima kepada Bank Jambi. Berdasarkan analisa,pemenuhan persyaratan kualifikas teknis Pemenang Pelaksana adalah PT . Jaya Kontruksi Manggala Pratama Tbk,” jelasnya.


Nilai Investasi Proyek dengan Nilai Kontrak Rp 99.800.000.000 dan Addendum Rp 7.800.000.000, total Rp 107.600.000.000 (seratus tujuh milyar enam ratus juta rupiah). Jangka waktu pelaksanaan selama 16 bulan. Pelaksanaan pemancangan dimulai pada akhir Desember 2020. Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung ini, disupervisi oleh KPK RI, Kejaksaan Tinggi Jambi, Polda Jambi, BPKP Prov Jambi, Korem 042 Gapu Jambi dan Kantor OJK Prov Jambi, serta Tokoh-tokoh adat Jambi.
“Gedung Mahligai 9 menyediakan 5 lantai dari 12 lantai yang tersedia yang memiliki fungsi dan dapat digunakan atau disewa, dengan tujuan hasil pendapatan operasional office tower digunakan untuk biaya operasional dan maintanen gedung mahligai 9 yang terdiri dari Lantai I Luas 515,59 meter persegi diperuntukan bagi pelaku UMKM. Lantai II luas 335,13 meter persegi, diperuntukan sebagai ruang pertemuan atau ballroom yang dapat disewa masyarakat umum/pemda/perusahaan. Lantai IV dengan luas 560,20 meter persegi difungsikan sebagai masjid dan space cafeteria/foodcourt baik itu indoor maupun outdoor untuk pelaku UMKM. Lantai VI dengan Luas 600,72 meter persegi diperuntukan space kantor bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menyewa. Lantai 12 dengan luas 706,19 meter persegi diperuntukan untuk café dan restoran,” terangnya.
Pemberian nama Mahligai berdasarkan usul Marzuki Usman, yang merupakan tokoh asli Jambi, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

Sumber: