KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Presiden Trump Umumkan Operasi Militer di Iran

Presiden Trump Umumkan Operasi Militer di Iran

Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA/X)--

ISTANBUL, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan militer AS meluncurkan “operasi tempur berskala besar” di Iran, di tengah ledakan yang mengguncang Teheran dan pengumuman Israel telah terlebih dulu menyerang Iran.

“Beberapa saat lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran,” kata Trump dalam video yang diunggah di akun Truth Social miliknya seperti dikutip dari Antara.

BACA JUGA:Kabar Baik! Atlet dan Pelatih KONI Jambi Akan Dapat Perlindungan Asuransi

“Iran dengan aktivitas mengancamnya secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia,” tambah Trump.

BACA JUGA:Kajian Tarawih di Masjid UI, Menteri Nusron Bicara Sanad Keilmuan dan Etika Kepemimpinan

Orang nomor satu AS itu berjanji akan menghancurkan rudal Iran, meluluhlantakkan industri misilnya, dan memusnahkan angkatan lautnya, seraya menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

BACA JUGA:Rotasi Jabatan di Polda Jambi, AKBP Zamri Elfino Jabat Kapolres Bungo

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Washington akan menindak kelompok-kelompok proksi yang disebutnya mengancam stabilitas kawasan. Ia juga menyinggung penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang menurutnya telah melukai dan menewaskan ribuan orang, termasuk warga Amerika.

BACA JUGA:Progres Jalan Tol Betung-Jambi 170 Km Terus Dikebut, Berikut Update Terbarunya

Trump juga kembali menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Merujuk pada sejumlah serangan, termasuk pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Tehran pada 1979, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 warga Amerika, serta serangan terhadap USS Cole pada 2000, Trump mengatakan bahwa "pasukan Iran telah membunuh dan melukai ratusan personel militer Amerika di Irak".

“Proksi rezim terus melancarkan serangan tak terhitung terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, serta terhadap kapal angkatan laut dan kapal komersial AS di jalur pelayaran internasional,” katanya.

“Itu adalah teror massal,” ujar Trump. “Kami tidak akan menoleransinya lagi. Dari Lebanon hingga Yaman dan dari Suriah hingga Irak, rezim tersebut telah mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: