JAMBIEKSPRES.CO.ID - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jambi menggelar pelatihan bertajuk “Integrasi Pariwisata Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif melalui Task-Based Language Teaching (TBLT) bagi Guru SMP di Tanjung Jabung Timur”, bertempat di SMP Negeri 17, Tanjabtim, Kamis (27/8/2026). Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Halidi, S.Pd.I., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan.
Sebelum penyampaian materi, Ketua Tim Pengabdian, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., memberikan sambutan, menyampaikan tujuan kegiatan kepada para peserta, dan menjelaskan pentingnya menggunakan potensi lokal sebagai bahan pembelajaran bahasa Inggris otentik dengan metode Task-Based Language Teaching
Menurut Marzul, Task-Based Language Teaching (TBLT) merupakan pendekatan yang menempatkan penggunaan bahasa untuk menyelesaikan tugas bermakna sebagai inti pembelajaran. TBLT membuat pembelajaran lebih berpusat pada siswa, interaktif, dan dekat dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata. Pendekatan ini juga membantu mengembangkan kelancaran, ketepatan, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menyampaikan gagasan.
BACA JUGA:Mitsubishi New Xforce ICE Jadi Pilihan Masuk Akal bagi Pembeli SUV Pertama
Potensi Taman Nasional Berbak, Pantai Cemara, Air Hitam Laut, Ekowisata mangrove Nipah Panjang, kuliner laut, batik, serta budaya Jambi diperkenalkan sebagai sumber bahan ajar otentik. Materi lokal dinilai dapat membuat pembelajaran lebih relevan, menumbuhkan kebanggaan terhadap daerah, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris. Contoh tugas yang diberikan seperti bermain peran sebagai wisatawan dan pemandu wisata, di mana guru dilatih menggunakan salah satu fungsi bahasa Inggris dalam meminta dan memberi informasi melalui penggunaan bahasa dengan tata bahasa yang sederhana (simple English) dan relevan.
BACA JUGA:Makin Lincah di Perkotaan, Wuling Aira ev Hadir dengan Fitur Canggih dan Desain Neo Classic
Pada sesi berikutnya, Dr. Fortunasari, S.S., M.A., menjelaskan pemanfaatan kecerdasan artifisial seperti Google Gemini untuk membantu guru menghasilkan gagasan awal, mengembangkan teks sederhana terkait potensi wisata sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Guru secara berkelompok diminta memilih satu destinasi wisata di Tanjung Jabung Timur, menentukan tujuan komunikasi, menyiapkan dukungan bahasa, lalu merancang produk pembelajaran berupa promosi singkat. Sebelumnya, guru diajarkan membuat perintah atau prompt yang jelas dan merevisi prompt-nya ketika hasilnya kurang sesuai dengan yang diharapkan.
BACA JUGA:Lionel Messi Resmi Pensiun dari Tim Nasional Argentina Usai Perjalanan Panjang 20 Tahun
Tim pengabdian Universitas Jambi terdiri atas Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D.; Dr. Fortunasari, S.S., M.A.; Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc.; David Iqroni, S.Pd., M.Pd.; dan Dr. Muhammad Gowon, S.E. Ak., M.Si. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu memadukan pendekatan komunikatif, kekayaan wisata lokal, dan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang menarik dan kontekstual serta menghasilkan karya nyata siswa. (*/kar)
Kunjungi: www.unja.ac.id