Tanjabtim Masih Kekurangan 302 Guru dan Pengawas
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Syafaruddin --
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Persoalan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Tanjabtim. Hingga 2026, daerah tersebut masih kekurangan 302 guru dan pengawas sekolah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Tanjabtim, kebutuhan tenaga pendidik dan pengawas mencapai 2.829 orang. Namun, yang tersedia saat ini baru 2.527 orang.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Sabtu 29 Agustus 2026, Hari Ini Anjlok Rp48.000 Jadi Rp 2,670 Juta per Gram
Kekurangan terbesar berada di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari kebutuhan 906 guru, hanya 616 yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan 290 guru SMP.
Kondisi berbeda terjadi di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dari kebutuhan 1.838 guru, tersedia 1.820 orang sehingga kekurangannya 18 guru.
Tak hanya guru, Tanjabtim juga mengalami kekurangan pengawas sekolah. Kebutuhan mencapai 35 orang, sedangkan yang tersedia hanya tujuh orang. Artinya, masih kurang 28 pengawas.
BACA JUGA:Blind Van Jadi Solusi Efektif Dukung Kelancaran Operasional Bisnis
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Syafaruddin mengatakan, persoalan tersebut harus segera dicarikan solusi. Apalagi, dalam beberapa tahun ke depan sejumlah guru diperkirakan memasuki masa purnabakti.
"Gedung sekolah dapat kita bangun dalam hitungan bulan, tetapi membangun kualitas sumber daya manusia membutuhkan guru yang cukup, profesional, dan hadir di setiap ruang kelas," ujarnya.
Di sisi lain, terdapat kelebihan 34 guru TK. Namun, tenaga tersebut tidak dapat dialihkan untuk memenuhi kekurangan guru pada jenjang SD maupun SMP.
Dinas Pendidikan mencatat sebanyak 1.875 guru di Tanjabtim telah bersertifikat. Meski demikian, sertifikasi belum menyelesaikan persoalan kekurangan tenaga pengajar dan pemerataan guru.
BACA JUGA:Danrem 042/Gapu Turun Langsung ke Londerang Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan
Pemkab Tanjabtim pun berharap pemerintah pusat memberikan formasi ASN sesuai kebutuhan daerah. Formasi CPNS maupun PPPK dinilai perlu diprioritaskan untuk mengisi kekurangan guru SMP dan pengawas sekolah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



