BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada pekan keempat (M4) Oktober 2025 tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,180%.
Meskipun terjadi kenaikan harga secara umum di tingkat nasional, angka IPH Merangin tersebut diklaim masih tergolong normal dan bahkan menjadi yang terendah di Provinsi Jambi.
BACA JUGA:Buka Jambore Cabang, Bupati M. Syukur Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Daryanto, yang mewakili Bupati Merangin H.M. Syukur, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi daerah 2025 secara daring pada Senin (27/10) di gedung DPKAD Merangin.
BACA JUGA:H M Syukur Satu-satunya Bupati Dianugerahi Subroto Award 2025
Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama
Data terbaru mencatat bahwa kenaikan IPH sebesar 0,180% ini adalah akumulasi kenaikan harga rata-rata dibandingkan dengan posisi harga pada akhir September 2025.
BACA JUGA:H M Syukur Wakafkan Dirinya untuk Membangun Merangin
Pergerakan harga pada periode ini didominasi oleh tiga komoditas utama di sektor pangan. Cabai Merah menjadi penyumbang terbesar kenaikan IPH dengan persentase harga mencapai 1,2833%.
Bawang Putih menyusul di posisi kedua dengan kenaikan harga sebesar 0,11% dan Telur Ayam Ras berada di urutan ketiga dengan kenaikan harga sebesar 0,0471%.
BACA JUGA:Bupati H M Syukur Pastikan Bantuan Ponpes Tetap Bergulir
"Alhamdulillah, IPH Merangin masih normal. Bahkan, berdasarkan data yang ada, kita menjadi yang paling rendah di Provinsi Jambi," ujar Daryanto.
Ia menambahkan, komoditas yang paling sering mengalami fluktuasi harga di Merangin adalah udang.
"Tapi, secara umum, stabilitas harga masih terjaga," pungkasnya. (*)