Secara kuantitatif, terdapat penurunan kinerja industri keuangan BPR di Provinsi Jambi karena penggabungan 3 BPR, yaitu:
PT BPR Universal Sentosa telah menggabungkan diri dengan PT BPR Universal yang berada di Tangerang Selatan;
PT BPR Buana Mandiri telah menggabungkan diri dengan PT BPR Barelang Mandiri yang berada di Kepulauan Riau; dan
PT BPR Ukabima Permata yang menggabungkan diri dengan PT BPR Ukabima Lestari yang berada di Kepulauan Bangka Belitung.
Penyaluran kredit BPR di Jambi mengalami penurunan pada Agustus 2025 sebesar 8,46 persen (yoy) menjadi Rp1,02 triliun, diikuti juga dengan penurunan DPK sebesar 9,91 persen (yoy) menjadi Rp935,68 miliar.
Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di Jambi pada Agustus 2025 tercatat sebesar 84,32 persen dan kualitas kredit bermasalah dengan rasio NPL sebesar 17,89 persen.
Porsi kredit modal kerja sebesar 52,85 persen dari total penyaluran kredit, diikuti dengan investasi sebesar 33,14 persen dan konsumsi sebesar 14,02 persen. Selanjutnya, porsi penyaluran BPR kepada UMKM tercatat sebesar 83,36 persen dan kepada non-UMKM sebesar 16,64 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, porsi terbesar pada sektor konstruksi sebesar 22,80 persen, diikuti oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 19,35 persen.
Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
Pada sektor IKNB, perusahaan pergadaian posisi bulan Agustus 2025 menunjukkan adanya penurunan aset sebesar 9,97 persen (ytd) menjadi sebesar Rp2,02 miliar, namun pinjaman yang diberikan meningkat sebesar 18,10 persen (ytd) menjadi Rp1,09 miliar.
Dari sisi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), pada Agustus 2025 telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp3,34 miliar dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp354,56 juta, menurun 10,13% persen (yoy) dengan jumlah nasabah sebanyak 278 orang dan NPF sebesar 1,99 persen.
Penyaluran pembiayaan pada Perusahaan Pembiayaan posisi Juli 2025 sebesar Rp8,77 triliun atau turun 2,20 (yoy) dengan Non-Performing Financing (NPF) di angka 3,02 persen atau membaik 1,12 persen (yoy). Terdapat peningkatan jumlah kontrak pembiayaan menjadi 1.530.965 kontrak atau meningkat 49,89 persen (yoy).
Sementara itu, industri modal ventura posisi bulan Juli 2025 menunjukan total pembiayaan menjadi sebesar Rp132,41 miliar, meningkat 17,11 persen (yoy) dan rasio NPF sebesar 2,59 persen.
Perkembangan Sektor Pasar Modal
Di bidang Pasar Modal, jumlah investor dari Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan. Jumlah investor tercatat sebanyak 168.127 Single Investor Identification (SID), meningkat 32,25 persen (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, nilai penjualan saham di Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2025 tercatat sebesar Rp1,62 triliun atau meningkat 73,66 persen (yoy), sedangkan dari sisi jumlah transaksi reksa dana tercatat sebesar Rp220,66 miliar atau turun 0,71 persen (yoy).