DISWAY BARU

Menakar Arah Perekonomian Jambi: Kilas Balik 2025 dan Prospek 2026

Menakar Arah Perekonomian Jambi: Kilas Balik 2025 dan Prospek 2026

Guru Besar UNJA Prof Haryadi --

Oleh: Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.

Perekonomian daerah sering kali luput dari sorotan nasional, padahal justru di sinilah denyut pembangunan Indonesia bekerja secara nyata. Provinsi Jambi adalah salah satu contoh menarik bagaimana ekonomi berbasis sumber daya alam berupaya beradaptasi dengan perubahan zaman.

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Jambi untuk menguji ketahanan ekonominya, sekaligus menakar arah transformasi menuju struktur ekonomi yang lebih modern dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Selasa 6 Januari 2026, Hari Ini Kompak Meroket

Di tengah perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika politik nasional, kinerja ekonomi Jambi sepanjang 2025 masih menunjukkan sinyal yang relatif positif. Pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,5–5 persen, sekilas mencerminkan daya tahan ekonomi daerah sekaligus membuka ruang refleksi atas tantangan struktural yang masih mengemuka.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan kinerja ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Jambi sepanjang 2025 masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Secara nasional, ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta kinerja sektor industri pengolahan dan jasa. 

BACA JUGA:Manchester United Pecat Ruben Amorim

Perbedaan kinerja ekonomi Provinsi Jambi dan Nasional tersebut terutama terletak pada struktur dan sumber pertumbuhan. Pada tingkat nasional, akselerasi ekonomi semakin ditopang oleh sektor industri manufaktur, jasa modern, dan ekonomi berbasis pengetahuan. Sebaliknya, perekonomian Jambi masih bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan sebagai kontributor utama. Dengan struktur seperti ini, stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika komoditas dan konsumsi domestik dibandingkan oleh sektor bernilai tambah tinggi.

Meski demikian, capaian pertumbuhan Jambi sepanjang 2025 tetap mencerminkan ketahanan ekonomi daerah. Di tengah perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, Jambi mampu menjaga laju pertumbuhan yang relatif stabil. Kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi daerah masih cukup kuat, meskipun tantangan transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih modern dan berkelanjutan masih menjadi agenda yang belum tuntas.

BACA JUGA:SUDAH DITEBAK! Hasil Lelang Jabatan Eselon II Pemkot Jambi Diumumkan, Ini Daftar Nama Peringkat Pertama

Stabil, tetapi Belum Sepenuhnya Bertransformasi

Secara makro, ekonomi Jambi sepanjang 2025 bergerak stabil. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulanan yang konsisten. Pada triwulan pertama, ekonomi tumbuh sekitar 4,55 persen secara tahunan, didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan, menandakan daya beli masyarakat relatif terjaga.

Memasuki triwulan kedua, pertumbuhan meningkat mendekati 5 persen. Menariknya, sektor informasi dan komunikasi tampil sebagai penggerak utama. Fenomena ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan mulai menjadi bagian penting dari struktur ekonomi daerah. Pada triwulan ketiga, meskipun pertumbuhan sedikit melandai, ekonomi Jambi tetap mencatatkan kinerja solid di atas 4,7 persen. Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang tumbuh sekitar 4,5 persen, kinerja 2025 menunjukkan perbaikan moderat. Namun, stabilitas ini belum sepenuhnya mencerminkan transformasi struktural yang mendalam. Ekonomi Jambi masih sangat bergantung pada sektor-sektor primer, terutama pertanian dan pertambangan.

BACA JUGA:Dedy Putra Ancam Copot Direktur PDAM Pancuran Telago jika Tak Becus Bekerja

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: