Begadang dan Kurang Tidur Berpotensi Kena Gangguan Jiwa Hingga Kanker

Minggu 03-09-2023,03:04 WIB
Reporter : Dona Piscesika
Editor : Dona Piscesika

JAMBIEKSPRES.CO.ID - Mengantuk merupakan efek begadang yang paling umum terjadi. Setelah begadang seseorang akan menguap lebih sering dan merasa lelah.

Bukan menakut-nakuti tapi dampak begadang dan kurang tidur itu sungguh seram.

Efek begadang yang dibiarkan berkepanjangan ternyata bisa menyebabkan gangguan tak hanya pada fisik tapi juga mental .

Manusia ternyata membutuhkan waktu tidur yang berbeda-beda, tergantung usia dan aktivitas sehari-hari.
 
Waktu tidur orang dewasa bisa dikatakan cukup jika ia tidur 7–9 jam per hari.

Sementara waktu tidur anak-anak sekitar10–13 jam setiap hari.

Tidur sangat berperan memperbaiki kondisi fisik dan mental. Sedangkan pada usia anak-anak dan remaja, tidur merupakan waktu di mana tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan.

Herman Sudjarwo Kepala Badan Layanan Klinik UM Surabaya, dikutip Jambi Ekspres dari situs resmi UM Surabaya, menjelaskan sedikitnya ada beberapa efek begadang yang buruk bagi kesehatan.

Kata Herman, selain mudah ngantuk dan kelelahan, kurang tidur akibat kegiatan begadang juga bisa berpengaruh pada kondisi emosi dan psikologis.

Kemudian begadang dapat pula meningkatkan risiko naiknya berat badan. Seseorang yang kurang tidur atau sering begadang bisa mengalami kenaikan berat badan lebih banyak, dibanding dengan orang yang tidurnya cukup setiap hari.
 
Jadi akan sangat mungkin terjadi, orang yang sering begadang lebih berisiko mengalami obesitas.

“Efek begadang bisa mengganggu metabolisme tubuh. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa membuat tubuh jadi cepat lapar, hal ini membuat pola makan pun susah dijaga,”jelas Herman lagi.

Dampak lain kurang tidur akibat begadang adalah penuaan dini.

Saat begadang tubuh akan banyak mengeluarkan hormon stres (kortisol). Hormon ini dapat memecah bahklan merusak struktur kolagen pada kulit, struktur kolagen yakni protein yang berfungsi untuk membuat kulit jadi lebih kencang dan elastis.

Akibat sering begadang, maka kulit dan wajah jadi lebih kusam dan bahkan terlihat kering.

Rusaknya kolagen di wajah berpotensi memunculnya garis dan kerutan di wajah, flek atau bintik kehitaman di wajah, serta mata yang bengkak serta lingkaran hitam di sekitar mata atau mata panda.

Efek lain dari begadang adalah mudah lupa. Tidur adalah waktunya jaringan dan sel-sel saraf di otak berproses untuk perbaikan atau regenerasi.

Kurang tidur mengakibatkan gangguan jaringan otak yang akan menganggu ingatan atau daya ingat, serta menganggu konsentrasi, dan kemampuan berpikir.

Akibat fungsio otak yang terganggu, mengakibatkan lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi.

“Penurunan fungsi otak akibat banyak begadang dapat juga mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, konsentrasi, tingkat kewaspadaan mengalami penurunan dan sulit fokus, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan saat berkendara atau bekerja,”lanjutnya lagi.

Dampak lain dari begadang dan kurang tidur adalahj penurunan gairah seksual (libido).

Saat kurang tidur, tubuh kelelahan, mengantuk, kurang energi, dan lebih mudah stres. Kondisi ini bisa membuat kurang bergairah untuk berhubungan seksual.

Dampak selanjutnya risiko gangguan mental. Banyak riset menghasilkan kesimpulan bahwa orang yang sering begadang lebih rentan mengalami gangguan fungsi otak dan juga gangguan tidur berupa insomnia.

Dalam jangka waktu yang panjang, efek begadang bisa meningkatkan risiko gangguan mental, mulai dari depresi dan gampang cemas.

Risiko ini akan semakin parah jika ditambah dengan kebiasaan kurang sehat, seperti sering merokok, jarang olahraga, sering stres, dan tidak menjaga pola makan.

Dampak lain dari begadang adalah peningkatan risiko kanker. Menurut Herman penelitian menunjukkan bahwa mereka yang punya kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, berisiko kena kanker dibanding dengan orang yang tidurnya cukup.

Dampak terakhir adalah penurunan sistem imunitas. Banyak riset menunjukkan bahwa waktu tidur kurang dari 6 jam, membuat daya tahan tubuh melemah.

Hal ini membuat kita jadi lebih rentan terinfeksi bakteri dan virus, termasuk juga terdampak virus Corona penyebab COVID-19.

“Setelah mengetahui efek begadang tidak ada yang baik bagi tubuh manusia, kini saatnya berpikir lagi sebelum memutuskan untuk berhenti begadang. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tidur minimal 7 jam setiap harinya,” tambah Herman lagi. (*)

Kategori :