Lokasi ‘Melukai Harkat’ Putri Berganti, Semula di Rumah Dinas Sekarang di Magelang. Ini Kata Ayah Yosua

Jumat 12-08-2022,08:39 WIB
Editor : donapiscesika

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Dihadapan penyidik, mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo punya alasan sendiri saat memberikan perintah tembak. 

Kata Ferdy Sambo dalam BAP, istrinya mendapat perlakuan yang sangat melukai harkat dan martabat keluarga saat berada di Magelang.

 

“Di dalam keterangan tersangka FS, ia marah dan emosi setelah dapat laporan dari istrinya, PC, yang telah mengalami tindakan melukai harkat dan martabat keluarga,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (11/8/2022).

 

Karena marah dan emosi lalu Ferdy Sambo memanggil dua ajudannya, yakni Brigadir Rizki Rizal dan Bharada Eliezer dengan perintah untuk menghabisi nyawa Brigadir Yosua Hutabarat. 

 

Kendati demikian, Andi tak membeberkan secara detail, apakah tindakan melukai martabat itu mengarah kepada perbuatan asusila atau tidak.

 

Kapan instruksi Sambo direalisasikan? Saat rombongan Magelang sampai di Jakarta. Tepatnya saat Yosua kembali ke rumah dinas Kadiv Propam.

 

Keterangan Ferdy Sambo dari BAP ini cukup berbeda dengan keterangan awal polisi. Awal kejadian, polisi menyebut Putri mengalami pelecehan seksual di rumah dinas Kadiv Propam di hari kematian Yosua,  Jumat 8 Juli 2022.  

 

Versi awal, Putri berteriak, Bharada E datang, Yosua panik lalu akhirnya menembak Bharada E dengan tujuh peluru, ditangkis Bharada E dan dibalas lima peluru, kena, Yosua meninggal. 

 

Ayah Yosua , Samuel Hutabarat mengaku keluarga mereka merasa bingung setelah mendengar keterangan resmi yang dikeluarkan Mabes Polri. Ia mendesak agar Polri bisa semakin transparan dan minta polri membuka seluruh hasil penyelidikan dengan detail dan tak ada yang ditutupi.  "Saya minta penyidik jangan ada yang ditutupi, itu harapan keluarga kami," kata Samuel.

 

 

Bantah Terkait Asmara Apalagi Melukai Harkat

 

Sebelumnya, pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak menyebut, Ferdy Sambo diduga dendam karena rahasianya dibocorkan Joshua kepada Putri Candrawati.

 

Disebutkan bahwa Ferdy Sambo ketahuan selingkuh dan diketahui Putri Candrawati sejak dari Magelang.

 

“Putri bertanya pada Brigadir Josua, kenapa bapak (Ferdy Sambo) tidak pulang. Diduga alharmhum memberi tahu keberadaan Ferdy Sambo di suatu tempat bersama perempuan lain,” kata Kamaruddin, Rabu (10/8/2022).

 

Hal itu lantas memicu pertengkaran antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.

Akibat hal itu, Brigadir Joshua diancam ajudan Ferdy Sambo karena telah membocorkan informasi keberadaan Ferdy Sambo dengan perempuan lain

 

Selanjutnya, Ferdy Sambo pulang lebih dulu. Diduga untuk melakukan persiapan eksekusi atau pembunuhan Brigadir Joshua.

 

“Ada informasi masuk ke saya, sebelum dibawa ke Duren Tiga, Brigadir J diduga dibawa dulu ke Pamenal Mabes Polri,” bebernya.

 

“Makanya saya meminta untuk melakukan pemeriksaan CCTV Mabes Polri,” terang Kamaruddin dalam sebuah wawancara di televisi swasta.

 

Kamaruddin menduga Josua disiksa di Pamenal Mabes Polri. “Di sana Brigadir J disiksa dan dipaksa untuk membuka HP-nya. Makanya sejak 16.25 WIB itu masih read dan setelah itu dimatikan semua,” jelas Kamaruddin (dpc/disway)




Kategori :