MITSUBISHI JANUARI 2026

Bupati Merangin H M Syukur Minta Masyarakat Manfaatkan Program CKG Hingga Tingkat Desa

Bupati Merangin H M Syukur Minta Masyarakat Manfaatkan Program CKG Hingga Tingkat Desa

Bupati Merangin H M Syukur Minta Masyarakat Manfaatkan Program CKG Hingga Tingkat Desa--

BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.IDBupati Merangin H M Syukur meminta seluruh masyarakat Kabupaten Merangin untuk memanfaatkan secara maksimal Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Pemerintah Pusat yang telah terstruktur dan dapat diakses langsung hingga tingkat kecamatan dan desa.

Hadirnya jaringan Puskesmas, Posyandu, hingga bidan desa membuat layanan kesehatan ini kini jauh lebih dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA:OJK Gandeng LPS dan BPS Rilis SNLIK 2026, Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Naik Sesuai Target

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Merangin saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan CKG sekaligus Sosialisasi Website E-Posyandu (6 SPM) Kabupaten Merangin di Auditorium Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (11/8).

"CKG yang merupakan layanan preventif ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit secara dini tanpa dipungut biaya. Jangan takut untuk mengecek kesehatan kita, untuk itu menfaatkan program ini dengan baik," ujar Bupati.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Fasilitasi Lintasan APRC 2026 di Kebun Teh Simalungun, Dorong Perputaran Ekonomi & UMKM Daerah

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi tubuh selalu terkontrol. Dengan demikian, jika terdeteksi adanya indikasi penyakit, penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

"Percuma kita banyak uang, tapi tidak bisa menikmatinya karena badan tidak sehat. Ahlamduliilah dari sering cek kesehatan saya belum ada penyakit," terang Bupati.

Bupati Syukur juga menyayangkan masih banyaknya warga, khususnya di area pedusunan, yang enggan atau takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Akibat rasa takut tersebut, tak jarang masyarakat justru berasumsi mistis saat merasakan gejala sakit.

Menurutnya, pemikiran seperti itu harus diubah karena sebagian besar gangguan kesehatan dapat dijelaskan secara medis dan ditangani sedini mungkin.

BACA JUGA:Dosen UNJA Dampingi Petani Sawit Muaro Jambi Kendalikan Kumbang Tanduk melalui Ferotrap

Dalam kegiatan yang juga diikuti para kepala Puskesmas se-Kabupaten Merangin secara daring via Zoom Meeting tersebut, Bupati Syukur turut memaparkan sosialisasi website E-Posyandu.

Ia menjelaskan bahwa peran Posyandu saat ini telah mengalami transformasi luas, tidak lagi sekadar penimbangan bayi dan pemberian makanan tambahan.

BACA JUGA:JPU Tuntut Empat Terdakwa Kasus Narkotika Jenis Etomidate 6 hingga 9 Tahun Penjara

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait