MITSUBISHI JANUARI 2026

Bupati Merangin Umumkan Kucuran Dana Pusat Rp 100 Miliar untuk Perbaikan Jalan Daerah

Bupati Merangin Umumkan Kucuran Dana Pusat Rp 100 Miliar untuk Perbaikan Jalan Daerah

Bupati Merangin Umumkan Kucuran Dana Pusat Rp 100 Miliar untuk Perbaikan Jalan Daerah--

BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.iDBupati Merangin M. Syukur mengumumkan kabar gembira terkait percepatan pembenahan infrastruktur di wilayahnya.

Pemerintah Kabupaten Merangin berpeluang besar memboyong tambahan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 100 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembangunan dan perbaikan jalan-jalan daerah pada tahun ini.

BACA JUGA:Bupati M. Syukur Bernostalgia di Masjid Al-Muhajirin, Minta Kehadiran OPD Diabsen hingga Bawa Anggaran 100 M

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati M. Syukur di hadapan jemaah dan tokoh masyarakat saat menghadiri kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Jumat (24/7/2026).

Ia menegaskan bahwa dukungan pendanaan dari pusat menjadi kunci utama dalam menjawab beban dan tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

BACA JUGA:Dukung Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Unjuk Solusi Visual dan AI di Yogyakarta

"Tantangan kita ke depan semakin besar. Insya Allah tahun ini kita banyak mendapat bantuan dari pusat khusus menyelesaikan infrastruktur. DPR RI akan menyetujui tambahan anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp 100 miliar, itu khusus jalan-jalan daerah," ujarnya.

Selain mengamankan kucuran dana ratusan miliar tersebut, Bupati M. Syukur juga memaparkan langkah strategis Pemkab Merangin dalam melakukan penataan ulang kawasan lalu lintas perkotaan.

Pemerintah daerah bersama DPR RI telah menyetujui rencana perubahan konsep Jalur Tiga menjadi Jalur Dua.

BACA JUGA:Pastikan Percepatan Program Ketahanan Pangan, Danrem 042/Gapu Tinjau Cetak Sawah Rakyat di Tebo

Menurut Bupati M. Syukur, skema Jalur Tiga sudah tidak relevan dengan kondisi lapangan saat ini akibat lonjakan volume kendaraan dan tingginya aktivitas truk tronton berukuran besar yang kerap memicu kesemrawutan lalu lintas.

"Secara prinsip Jalur Tiga dulu tidak ada yang salah, sesuai dengan kebutuhan zamannya. Namun hari ini kondisinya luar biasa padat. Kendaraan besar membuat alur lalu lintas semrawut, masyarakat sampai bingung mana jalur kiri dan kanan. Jalur kita ini praktis seperti ada 6 jalur," jelasnya.

BACA JUGA:Museum Siginjei Hidupkan Kembali Tradisi Engrang bagi Generasi Muda

Penataan Jalur Tiga menjadi Jalur Dua ini ditargetkan tuntas dalam tahun ini. Kebijakan tata ruang tersebut diharapkan tidak hanya ampuh mengurai kemacetan dan mempercantik wajah Kota Bangko agar lebih modern, tetapi juga mampu mendongkrak konektivitas serta roda perekonomian masyarakat setempat.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait