Lahan Terbatas, Koperasi Merah Putih di Sungai Penuh Belum Beroperasi
Kadis Koperasi dan UKM sungai Penuh --
SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Program nasional Koperasi Merah Putih (KMP) di desa dan kelurahan se-Kota Sungai Penuh masih tersendat. Hingga kini, belum satu pun koperasi tersebut beroperasi akibat keterbatasan lahan yang sesuai dan strategis untuk pembangunan kantor.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Sungai Penuh, Tiaruddin Arsi, mengatakan luas wilayah Kota Sungai Penuh yang hanya sekitar 36.492 hektare menjadi tantangan utama.
BACA JUGA:Pimpin IMTC Jambi, Mhd Pazri Terpilih Aklamasi
Sekitar 30 persen wilayah itu merupakan kawasan rawa-rawa yang tidak memungkinkan untuk pembangunan fasilitas koperasi.
“Bangunan Koperasi Merah Putih harus memenuhi ukuran tertentu dan berada di lokasi strategis agar mudah diakses masyarakat. Ini yang membuat prosesnya berjalan lambat,” katanya
BACA JUGA:Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Jambi 2026 Diikuti 11 Tim, Berikut Pembagian Grupnya
Ia menjelaskan, pembangunan Koperasi Merah Putih dilakukan secara bertahap. Dengan keterbatasan wilayah, percepatan program membutuhkan waktu dan penyesuaian di lapangan. Hingga saat ini, satu koperasi baru diresmikan untuk dibangun, yakni Koperasi Merah Putih Desa Air Duri, Kecamatan Pondok Tinggi.
BACA JUGA:Dihadiri MSH INKANAS Pengda Jambi, INKANAS Tebo Uji 120 Kohai Naik Tingkat
Meski menghadapi kendala, pemerintah daerah tetap menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai prioritas. Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
BACA JUGA:Ada Loker Nih! Pemkot Jambi Rekrutmen Pendamping Kampung Bahagia 2026
Dinas Koperasi dan UKM bersama instansi terkait, kata Tiaruddin, tengah mencari solusi penyediaan lahan agar koperasi dapat segera beroperasi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Saat ini, terdapat 69 unit Koperasi Merah Putih di Kota Sungai Penuh, terdiri atas 65 koperasi desa dan empat koperasi kelurahan. Seluruhnya telah rampung secara administrasi, termasuk akta notaris, namun belum memiliki kantor operasional.
BACA JUGA:Presiden Trump Dikabarkan Sudah Minta Mliter Rencanakan Invasi ke Greenland
Ke depan, pembangunan kantor dan penyiapan lahan Koperasi Merah Putih akan didampingi oleh Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.(Hdp)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




