Kemenpar Berupaya Tingkatkan Kesadaran Soal Isu Keberlanjutan
Arsip Foto - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di Pantai Kuta Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (24/4/2025). (ANTARA/HO-Kemenpar)--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kementerian Pariwisata berupaya mengubah dan meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya memahami isu keberlanjutan dalam sektor pariwisata.
"Sekali lagi, tantangannya mengubah pola pikir kita dari biaya menjadi peluang, itu tantangan utamanya. Kemudian memang secara umum masyarakat kita belum memiliki kesadaran yang sama terhadap isu keberlanjutan," kata Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan Kemenpar Amnu Fuadiy usai menghadiri konferensi pers di Jakarta, Selasa, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Prabowo resmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains RSPON
Amnu mencontohkan banyak kasus di mana tamu hotel merasa berhak mengganti handuk sesuka hati, mengambil makanan tanpa dihabiskan, sampai dengan menggunakan air secara boros karena merasa telah membayar seluruh biaya yang diperlukan untuk menginap.
Kondisi tersebut sangat disayangkan karena pasar-pasar di Uni Eropa dan Amerika sudah benar-benar memperhatikan prinsip hijau mulai seperti kegiatan perjalanan yang ramah lingkungan.
BACA JUGA:UNJA Kukuhkan 1,056 Wisudawan pada Wisuda Ke-118
Di satu sisi, kebiasaan tersebut menimbulkan masalah seperti meningkatkan jumlah makanan yang terbuang (food waste), meningkatnya jumlah sampah dan menyebabkan emisi yang lebih besar jika dibiarkan atau dibakar begitu saja.
"Sebenarnya tindakan itu tidak berkesinambungan, tidak berkelanjutan. Dia hanya memikirkan diri sendiri tapi tidak untuk anak cucu kita. Itu yang perlu kita kampanyekan secara masif untuk mengubah pola pikir tersebut," katanya.
Sebagai bentuk tindak lanjut untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pariwisata bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dikatakannya sudah melakukan uji coba pengubahan pola pikir itu di sejumlah destinasi prioritas.
Misalnya, di Borobudur, Danau Toba dan Mandalika. Menurutnya, uji coba tersebut telah memperlihatkan bahwa kepedulian masyarakat di sekitar destinasi wisata terhadap isu keberlanjutan mulai tumbuh.
Hal lain yang Kementerian Pariwisata lakukan yakni dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata serta memasifkan kampanye yang berkaitan dengan isu keberlanjutan serta pemberian pendampingan pada masyarakat.
"Bagaimana menghemat energi, bagaimana menghemat air, bagaimana mengelola limbah, bagaimana mengurangi, jadi menuju zero-waste beberapa industri, hotel, akomodasi," kata dia.
"Jadi sebenarnya kepeduliannya (masyarakat) sudah cukup lumayan, tetapi sumber daya manusianya memang harus terus kita tingkatkan," tambahnya.(ANTARA)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



