PLH Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Aman Tak Ada Pertamax Oplosan

Petugas SPBU saat melayani pembeli BBM-Pertamina-
Hanya saja, penting untuk dicatat bahwa penyelidikan ini menyoroti praktik bisnis di masa lalu dan tidak serta-merta mencerminkan kondisi BBM yang beredar saat ini.
Merespons hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa mereka sudah memperkuat sistem pengawasan untuk memastikan bahwa setiap liter BBM yang dijual di SPBU, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan bahwa produk Pertamax, jenis BBM dengan angka oktan (research octane number/RON) 92, dan seluruh produk Pertamina lainnya, telah memenuhi standar dan spesifikasi, yang ditentukan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Simon menambahkan, produk BBM Pertamina secara berkala dilakukan pengujian dan diawasi secara ketat oleh Kementerian ESDM, melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Berbagai proses uji kualitas dilakukan di setiap tahap distribusi, termasuk di kapal, terminal, dan tangki timbun, sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.
Menurut dia, Pertamina sangat memahami bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset yang sangat berharga. Oleh karena itu, perusahaan terus berupaya meningkatkan transparansi dalam pengelolaan BBM.
Ia juga menjelaskan bahwa Pertamina telah mengimplementasikan sistem kontrol mutu berstandar tinggi, mulai dari pengolahan di kilang, hingga distribusi di SPBU.
Dengan adanya teknologi, seperti electronic test report (ELTRO) dan random sampling, kualitas BBM yang diterima masyarakat dapat dipastikan tetap sesuai dengan spesifikasi.
Di era digital saat ini, keterbukaan informasi menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas. Pertamina telah membuka saluran komunikasi bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi akurat mengenai BBM, baik melalui situs web resmi, media sosial, maupun layanan pelanggan.
Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh klarifikasi langsung dari sumber terpercaya.
Jika ditemukan adanya pihak yang melakukan praktik ilegal dalam distribusi BBM, Pertamina akan bertindak tegas.
Sanksi berat akan diberikan kepada SPBU atau pihak terkait yang terbukti memanipulasi kualitas BBM. Ini adalah bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga integritas bisnisnya.
Di masa depan, Pertamina disarankan untuk selalu memperkuat sistem pemantauan distribusi BBM dengan teknologi digital.
Pemantauan itu, misalnya, dengan memanfaatkan internet of things (IoT), blockchain, dan sistem pelacakan real-time, Pertamina dapat lebih efektif dalam mengawasi pergerakan BBM dan mencegah potensi penyimpangan.
Pengawasan ketat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: