Kisah Sukses Robi Eksportir Muda Asal Kerinci, Minim Fasilitas, Tapi Mampu Ekspor Kopi Ke Mesir

Kisah Sukses Robi Eksportir Muda Asal Kerinci, Minim Fasilitas, Tapi Mampu Ekspor Kopi Ke Mesir

Robi Hartoni (30) merupakan salah satu pengusaha muda asal Kerinci yang sukses memasarkan kopi hingga luar negeri.--

Robi Hartoni (30) merupakan salah satu pengusaha muda asal Kerinci yang sukses memasarkan kopi hingga luar negeri. Kopi robusta asli Kerinci yang di ekspornya sampai di Mesir. Nilainya pun cukup besar, pada tahun ini ia mampu ekspor 2 kontainer kopi robusta atau 34.400 ton dengan harga Rp 1,4 miliar. Padahal permintaan diluar negeri cukup besar, bisa ratusan ton per bulan. 


yamaha--

Saat dijumpai Jambi Ekspres di tempat usahanya, Sungai Tutung, Kerinci, Senin (19/9/2022) Robi mengatakan merintis usaha sebagian eksportir kopi dari tahun 2020 dan tahun 2022 sudah melakukan ekspor perdana sebanyak 1 kontainer kemudian berlanjut di tahun 2022 bulan Agustus sebanyak 2 kontainer kopi robusta dengan nama Grand Cofftaqi. 

Dia mengungkapkan tidak mudah untuk bisa mengeskpor kopi di pasar global. Pertama dia harus mengirim sampel kopi di beberapa negera, terutama kawasan timur Tengah. Setelah tertarik dia mengundang langsung importir dari Timur Tengah ke Kerinci untuk melihat dan menguji langsung kopi robusta kerinci. 

Memang menurutnya berurusan dengan perusahaan-perusahaan besar dalam hal penawaran membutuhkan keahlian marketing tingkat tinggi yang sudah tentu cara lama tak bisa diterapkan disini.

"Namun saya punya cara yang unik dalam pemasaran sehingga membuat para calon-calon tertarik dan yakin lagi dengan produk kopi kerinci yang juga telah di akui dunia sehingga mampu menembus pasar global. Mereka datang langsung ke sini melihatnya. Saya juga siapkan tim yang paham bahasa Arab dan Inggris yaitu Winda sebagai Komisaris dan Hanif, "jelasnya 

Sejumlah negara pun tertarik dengan kopi Kerinci, namun hingga saat ini hanya bisa mengakomodir untuk negara Mesir. 

Dikatakan Robi dari awal merintis memang niatnya ekspor dimulai mengirim sampel ke 5 benua atau beberapa negara bukan mesir saja tetapi di negara negara lain juga sudah dilakukan. 

"Dan alhamdulilah semua calon-calon buyer tertarik dengan kopi kerinci tapi saya terkendala oleh pendanaan/investor sehingga proses dealing saya dengan calon2 buyer tersendat disana karena permintaan yang begitu banyak bahkan ada yang mencapai ratusan ton perbulan," ungkapnya

Namun ini dia hanya mampu dealing dengan buyer dari negara mesir saja, karena kebutuhannya sesuai dengan kemampuan saya dari pengiriman perdana saya hanya di berikan uang muka 50% untuk 1 kontainer kopi. Setelah pengiriman perdana sukses buyer langsung berkunjung ke kerinci untuk survey bahkan mendatangi petani-petani kerinci kemudian melihat perkebunan mereka secara langsung dan pengirimannya akan berlanjut dengan jumlah yang semakin bertambah.

Di mengatakan  meski ekspor masih kategori terbatas. Ia masih terkendala pada fasilitas yang dimiliki. Dia masih berharap kepada pemerintah agar bisa mendukung terkait export ini. 

Menurutnya daerah jambi telah mempunyai pelabuhan internasional di talang duku namun sangat disayangkan sekali ekspor perdana harus melalui pelabuhan lampung kemudian ekspor kedua saya di Pelabuhan tanjung priok.

"saya terpaksa mengirim ke sana karena tidak mempunyai fasilitas seperti alat penyortiran kopi ( sutton ) dan rumah penjemuran kopi seperti yang dimiliki oleh eksportir kopi yang lain nya dan saya harus menyewa mesin sortir mereka dengan biaya Rp.2000 dua ribu rupiah per kg. seribu rupiah untuk pengeringan dan seribu rupiah untuk penyortiran jika 2 kontainer arti nya 38,2 ton kopi total semua nya Rp.76.400.000 ( tujuh puluh enam juta empat ratus rupiah ) Itu belum termasuk biaya pengirman 5 truk kopi ke lampung dengan biaya 7-8 juta per truk,"katanya 

Dia mengatakan tentu jika dia mempunyai fasilitas penyortiran dan lahan penjemuran maka akan banyak masyarakat yang terbantu dalam membuka lapangan pekerjaan dan juga meningkat kan perekonomian masyarakat yang kebanyakan adalah mayoritas petani kopi. "Untuk saat ini kami masih berdiri sendiri satu tim tiga orang, " harapnya. (Hdp)

Sumber: