Bambang Alfino Adi Utomo Al Hafizh, Warga Jambi yang Terpilih Menjadi Imam Mesjid di UAE

Bambang Alfino Adi Utomo Al Hafizh, Warga Jambi yang Terpilih Menjadi Imam Mesjid di UAE

Bambang Alfino Adi Utomo Al Hafizh yang Terpilih Menjadi Imam Mesjid di UAE--

Sehari Baca Al Quran Minimal 1 Juz untuk Menjaga Hafalan

Bambang Alfino merupakan salah satu perserta yang ikut dalam seleksi untuk menjadi Imam Mesjid di Uni Emirat Arab. Ia satu-satunya peserta yang mendaftar dari Provinsi Jambi dan dinyatakan lolos.

Muhammad Hafizh Alatas, Kota Jambi

Kementerian Agama telah melakukan seleksi Imam yang akan ditempatkan di Uni Emirat Arab (UAE). Rangkaian seleksinya 25 April 2022 lalu dengan tahapan akhir wawancara langsung oleh Tim Seleksi dari UAE pada Mei 2022.

Syarat mutlak dalam seleksi Imam Mesjid di UAE itu yakni merupakan penghafal Al Quran 30 juz. Ada sekitar 250 perserta yang ikut dalam seleksi tersebut. Dari jumlah itu hanya 33 orang yang terpilih, salah satunya Bambang Alfino dari Jambi.

Tahapan seleksi yang harus dilalui Bambang Alfino adalah seleksi berkas lewat online, kemudian seleksi CAT yakni diuji tentang tajwid, fiqih, bahasa dan kebangsaan. Setelah lolos CAT dilakukan kembali seleksi online yakni diuji bacaan Al Quran dan menuturkan kalimat dalam bahasa arab.

“Dari seleksi berkas, CAT dan Online, tersisa 113 peserta dari 250 pendaftar,” kat Alfino.

Kemudian 113 peserta yang lolos tersebut dilakukan ujian kembali secara offline di Jakarta. Disana pengujinya langsung dari Uni Emirat Arab sebanyak 2 orang.

“Jadinya yang lolos 33 orang. Kemudian 33 orang ini diminta melengkapi berkas. Sekarang masih menunggu visa keluar, selanjutnya medical chek up dan menanti keberangkatan ke UAE,” jelas Bambang.

Bambang mengungkapkan, untuk penempatan Imam Mesjid di UAE itu memang merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kata Bambang, dalam program itu sebenarnya dibutuhkan sebanyak 200 orang Imam. 

“Saat ini sudah angkatan ke-5 dan baru terpilih 75 orang. Kebutuhannya dari Indonesia itu 200 orang,” sebutnya.

“Dalam kerjasama tersebut kontrak dari Indonesia yakni 1 tahun. Tapi kalau kita betah bisa langsung nyambung lagi. Tugas utamanya hanya Imam,” katanya.

Lanjut Bambang, selama disana ada fasilitas yang disiapkan oleh pihak UAE, yakni tempat tinggal dan perlengkapan rumah tempat tinggal.

“Kalau untuk makan minum kita sendiri. Disana per bulannya diberi uang saku 4.300 hingga 4.500 dirham. Kalau rupiahnya sekitar Rp 17 jutaan,” ungkap Bambang. 

Sumber: