Ditemukan Puluhan Kasus PMK di Sungai Penuh

Ditemukan Puluhan Kasus PMK di Sungai Penuh

SEMAKIN BERTAMBAH. Wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kabupaten Kuningan, kembali mengalami lonjakan cukup signifikan.--

SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, siaga terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari hewan ternak menjelang Idul Adha.

Datang yang dihimpun sudah ditemukan 67 kasus PMK sapi di wilayah Sungai Penuh. Dimana 29 di antaranya sudah dinyatakan  sembuh. Selebihnya masih dalam perawatan tim medis. Menurut dinas Peternakan Sungai penuh temuan kasus PMK karena banyak sapi yang datang dari Krinci. Namun saat ini umumnya sapi sudah mulai sembuh. 

"Ada tim medis yang menanganinya, 29 ekor sudah sembuh. Selebihnya dalam perawatan.tapi sudah mulai menurun, " kata kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh Edi Juarsa kepada sejumlah awak media. 

Dia mengatakan upaya pencegahan penyakit menular ini membutuhkan komitmen para pedagang ternak, terutama menjelang Idul Adha.

"Para pedagang harus disiplin dalam merawat ternak untuk memastikan ternaknya sehat dan layak konsumsi," kata Edi Juarsa Sabtu (18/06/2022).

 

Edi Juarsa menjelaskan, PMK menyerang hewan ternak yang berkuku genap, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Penyakit ini menyebar dengan cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi.

Hewan yang tertular memiliki ciri-ciri di antaranya demam tinggi, hipersalivasi, sebagian ada melepuh di lidah dan rongga mulut, pincang, luka pada kaki.

"Biasanya kuku pada sapi akan lepas dan menular sangat cepat ke satu kawanan sapi yang berada kandang," kata Edi Juarsa

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian mengingatkan, Gugus Tugas PMK harus merespons secara dini kasus penyakit menular tersebut pada hewan.

Pemkot setempat juga melibatkan personel dari Kodim 0417/Kerinci dan Polres Kerinci.

"Dibentuknya gugus tugas ini merupakan instruksi dari Gubernur Jambi karena saat ini penyakit mulut dan kuku sudah muncul di beberapa daerah," kata Alpian.(hdp) 

 

Sumber: