Covid-19 Melandai, Honorer Nakes Merasa Dilupakan

Covid-19 Melandai, Honorer Nakes Merasa Dilupakan

Ilustrasi ujian honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. -Ricardo / jpnn.com-

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kebijakan pemerintah menghapus pegawai non-aparatur sipil negara (honorer) dikecam Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Ponorogo, Ajun.

Menurutnya, kebijakan penghapusan pegawai honorer itu sangat tidak manusiawi.

Apalagi, tidak sedikit honorer tenaga kesehatan (nakes) yang sudah mengabdikan diri hingga belasan tahun lamanya.

Tapi selama itu pula, honorer nakes tidak juga diangkap sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Kami honorer K2 tenaga kesehatan yang bekerja lebih dari 17 tahun, tidak ada perhatian dari pemerintah,” kata Ajun kepada JPNN.com, Minggu (19/6/2022).

Perawat di salah rumah sakit ini menyatakan, saat masa pandemi Covid-19 lalu, nakes menjadi garga terdepan sekaligus menjadi yang paling berisiko terpapar virus corona.

Sayangnya, begitu Covid-19 melandai, honorer nakes malah dilupakan.

Menurut Ajun, hal itu dibuktikan dengan rekrutmen PPPK 2021 yang sangat tidak berpihak kepada honorer K2.

Tidak ada afirmasi bagi nakes seperti yang diterima guru honorer.

“Mengapa guru diberi afirmasi kompetensi teknis tapi kami para nakes enggak diberi?” heran Ajung.

Ajun bersama rekan-rekannya mengaku sudah mengikuti seleksi PPPK 2021.

Akan tetapi, mereka kalah bersaing dengan pelamar fresh graduate.

Menurut Ajun, secara teori memang pihaknya sudah banyak lupa apabila dibandingkan dengan fresh graduate.

Namun, katanya, dari sisi pengalaman, honorer K2 nakes memiliki jam terbang yang tinggi.

Sumber: