M. Ali Mardiansyah, Atlet Dayung Jambi Peraih Emas di SEA Games Vietnam

M. Ali Mardiansyah, Atlet Dayung Jambi Peraih Emas di SEA Games Vietnam

MEDALI EMAS: M. Ali Mardiansyah memperlihatkan medali emas Sea Games Vietnam. IST FOR JAMBI EKSPRES--

Ingin Mengangkat Derajat Orangtua jadi Motivasi

M. Ali Mardiansyah, atlet dayung asal Jambi ini mampu menyumbang satu medali emas untuk Indonesia di SEA Games Vietnam lalu, meski belum lama menggeluti olahraga ini.

 

M Hafizh Alatas, Kota Jambi

 

BARU menggeluti dayung sejak 2019 lalu. Namun pada 2022 sudah mampu meraih medali emas pada ajang SEA Games. Dialah M. Ali Mardiansyah, anak muda kelahiran 1999 lalu yang berjuang keras demi mencapai keberhasilan.

Ali (sapaan akrabnya), memang bukan masyarakat asli Jambi. Ia merupakan seorang perantau dari Pasaman Timur, Sumatera Barat. Tujuan utamanya ke Jambi yakni menuntut ilmu di Universitas Jambi.

Melalui teman kampusnya, Ali dikenalkan dengan olahraga dayung, yang sebelumnya Ali memang sama sekali belum mengenal dayung. Tepatnya awal 2019 lalu. Saat itu Ia hanya penasaran dengan olahraga dayung dan mencoba menggeluti, dan akhirnya menekuni hingga mampu masuk ke Pelatnas dan mewakili Indonesia di SEA Games Vietnam lalu. Berhasil meraih medali emas.

“Saya baru mengetahui dayung pas kuliah di Jambi. Awalnya lagi main futsal dan kawan menawari untuk ikut bermain dayung. Pertamanya penasaran sampai akhirnya tertarik dan makin kesini makin menekuni,” kata mahasiswa Manjemen UNJA, yang kini tengah mengambil cuti akedemik tersebut.

“Sebelum ke Jambi Saya benar-benar tidak mengenal dayung. Di Pasaman Timur tidak ada dayung,” tambahnya.

Di Jambi Ali hanya seorang diri. Ia sudah berdomisili Jambi. Selama bergabung sebagai atlet dayung, Ia tinggal di gudang perahu di Danau Sipin. Karena tekadnya yang kuat Ali memang memilih porsi latihan yang lebih daripada para atlet dayung lainnya.

“Saya latihan lebih berat dari orang lain, karena Saya punya target. Orang latihan 2 jam, saya 4 jam, orang sudah pulang saya masih latihan, orang baru datang saya sudah mulai latihan. Begitulah terus yang saya lakukan,” sebut Ali.

“Tempat tinggal saya menumpang di gudang perahu yang berada di Danau Sipin, disana ada kamar. Sejak gabung dayung saya numpang tinggal disitu sendirian,” ungkapnya.

Ali mengaku, yang menjadi motivasinya adalah ingin mengangkat derajat orang tua di kampung.

“Motivasi kita lebih besar untuk sesuatu kesuksesan, mengingat orangtua kita bukan siapa-siapa. Sebagai petani sawah di kampung,” sebut anak ketiga dari 8 bersaudara itu.

“Orangtua masih berada di Pasaman Timur Sumbar. Saya sekarang sudah domisili Jambi. Kuliah belum selesai karena terlalu lama di Pelatnas dan harus mengambil cuti akademik. Seharusnya saat ini Saya smester 6,” jelas Ali.

Orangtuanya sebut Ali, awalnya ragu dan berpikiran Ali harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.

“Karena kondisi orangtua juga masih kurang mampu, sehingga saya milih fokus pada dayung. Alhamdulillah sukses raih emas di SEA Games kemarin,” sebutnya.

Torehan medali emas yang disumbangkan Ali yakni dari cabang dayung nomor 4 orang beregu jarak 2000 meter. Kini Ali kembali dipanggil ke Pelatnas untuk menghadapi ASIAN Games di Cina mendatang.

“Sejak 3 Mei lalu sudah masuk pelatnas lagi di Jawa Barat. Kita persiapan jangka panjang untuk ASIAN Games,” sebutnya.

Sebagai atlet peraih emas, Ali mengaku, mereka akan diundang ke Istana Presiden pada pekan depan. Mereka para atlet akan diberikan bonus oleh pemerintah pusat.

“Belum tahu berapa bonusnya, masih dirahasikan pemerintah pusat,” katanya.

Namun Ali mengaku, sebagai atlet yang membawa nama Jambi, Ia belum ada menerima bonus ataupun apresiasi dari pemerintah Provinsi Jambi. 

“Dari pemerintah daerah belum ada saya terima sedikitpun. Ada diundang ke  rumah dinas gubernur beberapa waktu lalu, tapi saya tidak bisa hadir karena sudah masuk pelatnas. Oleh pihak pemerintah daerah katanya tidak bisa diwakilakan,” ungkap Ali.

“Sampai sekarangpun belum ada terima dari Pemerintah Provinsi Jambi. Kalau niatnya mau ngasih di transferpun sebenarnya bisa,” pungkasnya. (*)

Sumber: