Mereka yang Tidak Basah di Kolam Oli

Mereka yang Tidak Basah di Kolam Oli

Oleh Dahlan Iskan

Menteri BUMN

 MUNGKINKAH orang yang terjun ke kolam oli tidak terkena oli\" Tidak mungkin. Itulah yang sering disangkakan siapa pun terhadap siapa pun.

 Kalau kolam oli itu diartikan secara harfiah, logikanya memang \"hil yang mustahal\" \"meminjam istilah lama almarhum Asmuni Srimulat. Tapi, dalam kehidupan sehari-hari kita masih bisa menyaksikan yang disangka mustahil itu. Bahkan, contohnya cukup banyak. Mahfud M.D. termasuk salah satunya.

 Sejak lama saya kagum dengan integritas Pak Mahfud M.D. Kini kekaguman itu bertambah-tambah lagi. Terutama sejak ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Kita jadi tahu MK itu ternyata lembaga yang sangat basah. Bahkan basah oleh oli: calo, dagang perkara, dan sogok-menyogok. Bukan hanya oleh yang kalah pilkada. Bahkan juga oleh yang sudah menang pilkada sekalipun.

 MK bisa disebut kolam oli karena pihak-pihak yang bersaing dalam pilkada semuanya ingin menang. Bukan hanya gengsi. Juga karena sudah telanjur habis-habisan.

 Dari kenyataan itu kita juga jadi tahu betapa berat tekanan yang dialami Pak Mahfud selama menjadi ketua MK dulu. Terutama dalam menjaga integritasnya di tengah-tengah kolam oli seperti itu.

 Tentu saya sangat kagum tidak hanya kepada Pak Mahfud. Tapi juga kepada orang-orang lain yang integritasnya tinggi. Terutama kepada mereka yang pada dasarnya berada di kolam oli, namun tidak terkena oli.

 Dari mana orang bisa memiliki integritas\" Tentu dari ujian-ujian. Orang bersih yang belum pernah diuji di dalam kolam oli belum bisa disebut teruji. Orang baru dikatakan punya integritas kalau sudah diuji. Kian berat ujiannya, bila lolos, kian tinggi integritasnya.

 Pak Mahfud saya golongkan orang yang sudah mencapai integritas tinggi. Ini karena dia bukan baru sekali ini terjun ke kolam oli, tapi sudah berkali-kali. Setiap kali itu juga Pak Mahfud tidak ikut terlumur oli.

 Misalnya waktu jadi menteri pertahanan. Bukankah seharusnya Pak Mahfud juga terciprat oli perdagangan dan percaloan senjata\" Nyatanya tidak.

 Maka, jangan hanya menyebut-nyebut nama Akil yang dianggap bobrok itu. Sebagai imbangan, ada baiknya kita juga sering menyebut nama Pak Mahfud yang bersih. Agar selalu ada hope dalam kehidupan ini. Masih banyak Mahfud-Mahfud lain di MK dan tempat-tempat penuh oli lainnya.

 Tentu saya juga angkat topi pada penggiat antikorupsi. Juga kepada mereka yang tidak korupsi. Tapi, saya sungguh hormat kepada mereka yang pernah mendapatkan kesempatan berada di kolam oli, namun tidak terkena oli.

Belum tentu mereka yang meneriakkan antikorupsi bisa terhindar dari oli ketika mereka diterjunkan ke kolam oli. Sudah banyak contohnya.

Sumber: