Waspada yang Belum Vaksinasi, Varian Omicron XE dalam Perjalanan ke Malaysia

Waspada yang Belum Vaksinasi, Varian Omicron XE dalam Perjalanan ke Malaysia

PETALING JAYA - Bahkan ketika kasusCovid-19 harian Malaysia berada dalam tren turun, ada kemungkinan varian Omicron XE mencapai klimaks.

Diprediksi, dalam waktu 1 bulan mendatang wabah kembali menjalar. Jelas, ini menimbulkan bahaya baru. Para ahli kembali memperingatkan.

Ahli epidemiologi medis Universiti Putra Malaysia Malina Osman menyebut, varian Omicron saat ini tiba di Malaysia dalam waktu 1 atau 2 bulan bahkan ketika perbatasan negara ditutup.  

Mengingat hal ini, Associate Professor Malina memperkirakan bahwa Omicron XE dapat tiba lebih cepat seperti yang telah terdeteksi di Thailand, Taiwan dan Inggris.

”Untuk Omicron XE secara teoritis bisa lebih cepat sampai dibanding varian Omicron saat ini, tapi kami berharap pengawasan kami bisa membantu membatasi penyebarannya,” terangnya dilansir Disway.id dari The Star, Minggu 10 April 2022.

Pertama kali terdeteksi di Inggris pada 19 Januari, varian Omicron XE, mutasi dari strain Omicron BA.1 dan BA.2, dikatakan 10 persen lebih mudah menular dibandingkan dengan varian saat ini.  

Prof Malina mengatakan tidak ada indikasi bahwa varian Omicron XE menyebabkan infeksi parah seperti varian Delta, tetapi risikonya tinggi bagi mereka yang belum divaksinasi, atau tidak memiliki infeksi sebelumnya.

Namun, dia percaya bahwa situasinya akan terkendali karena Malaysia memiliki cakupan vaksinasi yang baik, kepatuhan yang baik terhadap protokol kesehatan, dan langkah-langkah yang diterapkan bagi para pelancong untuk membatasi penyebaran.

”Sekarang pastikan cakupan vaksin terpenuhi. Khusunya warga berusia 5 hingga 11 tahun, suntikan booster untuk mencapai cakupan setidaknya 70 persen hingga 80 persen,” paparnya.

Ketua Relawan untuk Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat Untuk Covid-19 Zainal Ariffin Omar juga memperkirakan varian baru akan tiba dalam waktu kurang dari sebulan karena pergerakan domestik dan internasional yang lebih tinggi.

Dia mengatakan sistem perawatan kesehatan negara itu akan mampu menangani lonjakan kasus. ”Masih tangguh dan kokoh,” katanya.

Konsultan mikrobiologi klinis Universiti Putra Malaysia Zamberi Sekawi sependapat, bahwa varian itu mungkin memasuki negara itu pada tingkat yang jauh lebih cepat karena perbatasan telah dibuka kembali.

Sumber: