Update, Luas Karhutlah di Batang Hari 479,48 Hektare, Mersam Tertinggi
Update, Luas Karhutlah di Batang Hari 479,48 Hektare, Mersam Tertinggi-Ist-
BATANGHARI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Kabupaten Batang Hari masih terus mengalami kenaikan. Hingga 02 September 2026 Total Luas Lahan yang mengalami kebakaran seluas 479,48 Hektare.
Sholihin Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari saat dikonfirmasi menyampaikan berdasarkan data yang telah di himpun oleh Timnya total luas lahan yang terbakar 479,48 Hektare. Sedangkan sebaran titik api berdasarkan pemadaman yakni Kecamatan Muara Bulian seluas 5 Hektare, Muara Tembesi 17 Hektare, Batin XXIV 8 Hektare.
BACA JUGA:Bayar SPS Sabtu, Selasa Sudah Diukur, Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal
“Untuk Kecamatan Mersam 50 Hektare, Maro Sebo Ulu 7 Hektare, Bajubang 40 Hektare, Pemayung 5, dan Maro Sebo Ilir 10 Hektare.”Tuturnya.
Sementara itu Kualitas udara di wilayah Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, saat ini masih berada pada kategori tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat halus PM2,5 akibat kabut asap.
BACA JUGA:Tak Kunjung Ada Kepastian, Forum Tolak Zona Merah Kembali Kepung BPN Jambi
Berdasarkan data UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari, indeks standar pencemar udara (ISPU) Muara Bulian tercatat 166 untuk parameter PM2,5.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten Batang Hari Meyrina mengatakan bahwa pengukuran itu berlaku pada periode 31 Agustus hingga 1 September 2026 pukul 15.00 WIB. Angka 166 berada dalam rentang 101–200, yang masuk kategori tidak sehat.
"Kondisi itu menunjukkan kualitas udara masih berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat,"katanya.
Dalam data pengukuran, suhu udara tercatat 36,5 derajat Celsius, kelembapan 45,7 persen dan tekanan udara 1004 mBar.
Sementara itu, parameter pencemar lain seperti PM10, SO2, CO, O3, NO2 dan HC tidak menunjukkan angka yang ditampilkan dalam hasil pengukuran tersebut.
Kondisi udara yang tidak sehat terutama perlu menjadi perhatian masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.
Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar sapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap kembali memburuk serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.(rza)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



