KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Suasana ruang pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci pagi itu tampak berbeda. Puluhan operator sekolah dan aparatur sipil negara (ASN) duduk berhadapan dengan layar proyektor, menyimak setiap penjelasan tentang sistem digital yang perlahan akan menggantikan cara kerja lama yang serba manual.
BACA JUGA:Barcelona Hajar Real Betis 3-1, Raphinha Cetak Dua Gol
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang kian cepat, Dinas Pendidikan Kerinci mulai mempercepat langkah digitalisasi administrasi kepegawaian. Upaya itu ditandai dengan sosialisasi sistem administrasi berbasis digital yang digelar pada 12 Mei 2026 dan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Efridonal.
BACA JUGA:Dukung Praktik Perkebunan Berkelanjutan, Ratusan Petani Swadaya di Langkat Peroleh STDB Perdana
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah melihat adanya kebutuhan mendesak untuk membenahi tata kelola kepegawaian yang selama ini dinilai belum sepenuhnya efisien. Tumpukan berkas, proses yang berulang, hingga potensi kesalahan data menjadi alasan utama perubahan sistem.
“Digitalisasi administrasi kepegawaian merupakan kebutuhan di era saat ini. Dengan sistem terintegrasi, pelayanan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan tertib,” kata Efridonal.
Di dalam ruangan, peserta tak hanya mendengar paparan, tetapi juga diajak memahami langsung cara kerja sistem.
Narasumber memandu langkah demi langkah, mulai dari pengelolaan data kepegawaian digital, pemanfaatan aplikasi ASN, hingga teknik penginputan dan pembaruan data secara elektronik.
Sejumlah peserta terlihat mencatat, sebagian lainnya mencoba mengikuti simulasi melalui perangkat masing-masing. Bagi sebagian ASN, ini menjadi pengalaman baru—beralih dari kebiasaan lama menuju sistem yang menuntut ketelitian sekaligus kecepatan.
Dinas Pendidikan Kerinci menargetkan, melalui langkah ini, pelayanan administrasi tak lagi berlarut-larut. Proses yang sebelumnya memakan waktu kini diharapkan bisa dipangkas, sementara akurasi data dapat lebih terjaga.
Namun, Efridonal mengingatkan bahwa transformasi digital bukan semata soal sistem, melainkan kesiapan manusia yang menjalankannya. Ia mendorong seluruh ASN untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Perubahan ini tidak bisa dihindari. ASN harus siap meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci menapaki satu tahap penting menuju birokrasi modern—dengan harapan, pelayanan publik di sektor pendidikan menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.(Hdp)