MITSUBISHI JANUARI 2026

62 TPS sudah Ditutup, Sampah akan Dijemput dari Rumah

62 TPS sudah Ditutup, Sampah akan Dijemput dari Rumah

62 TPS sudah Ditutup, Sampah akan Dijemput dari Rumah-Ist-

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah melalui berbagai langkah strategis. 

Mulai dari penerapan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) liar, hingga pengadaan armada pengangkut berbasis digital.

BACA JUGA:Tidak Ada Formasi Guru, Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab persoalan klasik perkotaan, seperti meningkatnya volume sampah rumah tangga, keterbatasan lahan pembuangan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

BACA JUGA:Konflik Plasma, KSJM Minta DPRD Sarolangun Panggil PT. SAM Melalui RDP

Melalui program OPBM, pola pengangkutan sampah di Kota Jambi mulai diubah. Sampah rumah tangga kini dijemput langsung dari rumah warga menggunakan armada bentor oleh petugas lingkungan, sehingga keberadaan TPS pinggir jalan secara bertahap mulai dihilangkan.

Hingga saat ini, Pemkot Jambi telah menutup sebanyak 62 TPS liar maupun TPS di pinggir jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan. 

Penutupan itu dilakukan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Ridho, mengatakan penanganan persoalan sampah saat ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Jambi melalui pendekatan berbasis masyarakat dan teknologi.

Menurutnya, OPBM menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif karena pengangkutan dilakukan langsung dari sumber sampah.

“Pemkot Jambi saat ini terus mempercepat penerapan OPBM di seluruh kawasan kota. Sistem ini dirancang agar sampah tidak lagi menumpuk di pinggir jalan, tetapi dijemput langsung dari rumah warga sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut juga diperkuat melalui program prioritas Kampung Bahagia yang menjadikan aspek kebersihan lingkungan sebagai salah satu fokus utama selain keamanan kawasan permukiman.

Dalam mekanismenya, sampah dari rumah warga diangkut menuju depo transfer sampah yang telah disiapkan di sejumlah titik. Selanjutnya, sampah dipilah oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup sebelum dibawa menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Selain itu, Pemkot Jambi juga mulai menghadirkan armada pengangkut sampah berbasis digital guna mempercepat operasional pengangkutan sampah dari depo transfer menuju TPA.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: