Daya Saing Jambi: Kaya Sumber Daya, Tetapi Mengapa Belum Melompat?

Kamis 05-03-2026,22:22 WIB
Editor : Setya Novanto

kualitas sumber daya manusia

inovasi dan teknologi

efisiensi pasar

ekosistem bisnis

kapasitas industri

tata kelola pemerintahan

Artinya, daya saing sebenarnya adalah hasil dari ekosistem ekonomi yang sehat dan produktif.

Daerah yang mampu mengubah potensi menjadi produk bernilai tambah akan memiliki daya saing lebih kuat dibanding daerah yang hanya menjual bahan mentah.

Pelajaran dari Daerah yang Lebih Kompetitif

Jika melihat provinsi dengan skor tertinggi di Sumatera, seperti Sumatera Barat, ada satu hal yang menonjol: kekuatan ekonomi masyarakatnya.

Budaya kewirausahaan, jaringan perdagangan yang kuat, serta kreativitas dalam mengembangkan produk pangan dan kuliner lokal menjadikan ekonomi daerah lebih dinamis.

Ini menunjukkan bahwa daya saing tidak selalu ditentukan oleh kekayaan sumber daya, tetapi oleh kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengelola potensi tersebut.

Dengan kata lain, daya saing adalah soal kapasitas manusia dan keberanian berinovasi.

Hilirisasi Pangan: Potensi Besar yang Sering Terabaikan

Selama ini pembahasan hilirisasi di Indonesia lebih banyak berfokus pada sektor tambang. Padahal sektor pangan dan peternakan juga memiliki potensi hilirisasi yang sangat besar.

Di banyak daerah Sumatera, ternak masih dijual dalam bentuk hidup. Produk pangan dijual sebagai bahan mentah. Padahal jika diolah lebih lanjut, nilai ekonominya bisa meningkat berlipat.

Kategori :