JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Perang antara Iran kontra Amerika Serikat (AS)-Israel bakal berimbas ke harga minyak dunia.
Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti memprediksi harga minyak dunia bisa naik hingga 100 dolar AS per barel dari kisaran 72 dolar AS per barel.
Hal ini menyusul dengan skenario penutupan Selat Hormuz.
BACA JUGA:Sudah Dikembalikan 100 Persen, Dana Nasabah Bank Jambi yang Sempat Hilang
“Jika ditutup saat ini, besok lusa bisa mencapai langsung 90–100 dolar AS per barel,” ujar Yayan dikutip dari Antara pada Senin (2/3).
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, terletak di antara Oman dan Iran, dan menjadi rute utama perdagangan energi global.
BACA JUGA:Bulog Jambi Pastikan MinyaKita Aman Hingga Lebaran, Total Stok Mencapai 832 Ribu Liter
Di selat ini mengalir sekitar seperlima dari total ekspor minyak dunia, termasuk sebagian besar minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, sebelum dikirim ke pasar internasional.
BACA JUGA:Buka Bersama Yamaha DDS Jambi, Momen Silaturahim dan Apresiasi Media Partner
Dengan demikian, dia menyampaikan Selat Hormuz menjadi titik yang krusial dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
“Jika Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak akan naik menjadi 50 persen,” ucapnya.
Oleh karena itu, Yayan menyampaikan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) tak dapat dipungkiri bagi Indonesia yang mengimpor minyak dari wilayah Timur Tengah. Tanpa penutupan Selat Hormuz pun, lanjut dia, konflik yang saat ini berlangsung di Timur Tengah bisa meningkatkan harga minyak di kisaran 10–25 persen.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi BOP Kesetaraan Disdik Batang Hari, Nur Asia Divonis 3 Tahun Penjara
Mempertimbangkan lonjakan harga minyak yang melampaui asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni 70 dolar AS per barel, dia mengingatkan pentingnya pemerintah untuk mengantisipasi pembengkakan anggaran.
“Harus ada efisiensi lagi, tetapi apakah pemerintah mau?” ucapnya.