Pada Sabtu (28/2), Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025.
Trump menyatakan, pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
BACA JUGA:Miris!! Tumpukan Sampah Menggunung di Sekitaran Kantor Dinas LH Muaro Jambi
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman.
Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
BACA JUGA:Maulana Apresiasi Donorejo Salurkan 13 Ribu Paket, Bantuan Ramadan Tembus Perbatasan Muaro Jambi
Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Diwartakan sebelumnya, harga minyak acuan sempat naik sekitar 13 persen hingga sekitar 82 dolar AS per barel meskipun saat ini berada di kisaran 76,4 dolar AS per barel, dan skenario penutupan penuh Hormuz diperkirakan bisa mendorong harga melampaui level 100 dolar AS per barel yang berimplikasi pada rata-rata harga minyak mentah Brent sepanjang tahun 2026 ini di kisaran 85 dolar AS per barel. (*)