“Dalam perjalanannya bisa saja prosesnya tidak higienis. Itu yang akan kami pastikan,” jelasnya.
SPPG Sengeti sendiri kini ditutup sementara hingga hasil laboratorium dan investigasi tuntas. Hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke BGN pusat sebagai dasar penentuan nasib operasional.
“Ini kejadian luar biasa. Kalau sampai terulang, ada kemungkinan ditutup permanen,” tegas Budhi.
Pemkab mengakui insiden tersebut berdampak besar terhadap kepercayaan publik terhadap program MBG.
“Untuk mengembalikan kepercayaan orang tua dan anak-anak tentu perlu waktu. Tujuan program ini baik, tapi keamanan makanan harus jadi prioritas,” tandasnya. (wan)