Para kepala desa dan masyarakat masih mengeluhkan infrastruktur jalan. Terlebih bagi warga di enam desa yakni Desa Pematang Pauh, Kabu, Beringin Tinggi, Talang Tembago, Tanjung Alam dan Tanjung Mudo.
Warga juga meminta agar dibangun jalan alternatif baru dari Kecamatan Jangkat Timur menuju Pasar Lembah Masurai.
Bupati M. Syukur pun mengaku telah mengantisipasi hal tersebut. Ditahun 2026, Pemerintah Kabupaten Merangin menganggarkan dana untuk membeli dua alat berat yakni gleder dan bomax.
"Diawal memimpin, Saya sudah dihadapkan dengan Efesiensi Anggaran. Mayoritas anggaran untuk jalan ditarik pusat. Ditahun 2026 nanti, kita juga dihadapkan dengan pengurangan anggaran. Tapi, apakah kita tidak bisa membangun? Tentu bisa. Saya telah menganggarkan dana untuk pembelian gleder dan bomax. Nanti, kepala desa tolong dibantu menganggarkan untuk pembelian material. Kita gotong royong. Kita keroyok sama-sama, kita bangun sama-sama," ungkapnya disambut kesiapan warga.
Bupati M. Syukur juga akan membawa investor ke Jangkat Timur untuk memaksimalkan potensi Kopi, Kulit Manis, Nilam dan potensi alam lainnya di Kecamatan Jangkat Timur.
"Nanti, polanya akan kita atur. Apakah investornya ke Jangkat Timur, atau warga Jangkat Timur yang ke Bangko. Para investor sudah siap, tinggal menyusun waktu saja," pungkasnya.
Perjalanan Kunker hari pertama di Kecamatan Jangkat Timur ditutup dengan malam keakraban. Bupati bersama kepala OPD dan Kepala Desa se-Kecamatan Jangkat Timur menikmati dinginnya malam dengan lantunan lagu kesayangan dan hangatnya api unggun.
Perjalanan Kunker akan berlanjut pada Sabtu (22/11) dengan agenda kegiatan yang telah menanti disusun rapi. (*)