Objek wisata Serintik Hujan Paneh Desa Talang Paruh dikelola oleh BUMDES Bhakti Jaya yang dipimpin oleh sosok pemuda inspiratif, Fauzan.
BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Sabtu 22 November 2025, Hari Ini Kompak turun
Kata Fauzan, Serintik Hujan Paneh mulai dirintis pada tahun 2017. Namun, pada tahun 2019 ketika Covid melanda, objek wisata Serintik Hujan Paneh terpaksa vakum. Baru pada tahun 2023 Serintik Hujan Paneh mulai bangkit dan pada tahun 2024 pengunjung mulai stabil dan sukses menyumbang PADes. Untuk promosi, Fauzan memanfaatkan penggunaan media sosial.
Pengunjungnya banyak dari luar daerah. Ada dari Jambi, Bungo, Sarolangun, Tebo dan bahkan ada yang dari Sumatera Barat. Fauzan berharap, jalan menuju desa Talah Paruh sepanjang 3 kilometer mendapat perbaikan.
Usai menikmati pemandangan Objek Wisata Bupati M. Syukur beserta rombongan melaksanakan Shalat Jum'at di Masjid Desa Talang Paruh yang lokasinya masih berada dikawasan Objek Wisata Serintik Hujan Paneh.
Usai shalat Jum'at, Bupati M. Syukur menggelar dialog ringan bersama Camat, para Kades, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda Kecamatan Lembah Masurai.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Sabtu 22 November 2025, Hari Ini Turun Lagi Jadi Rp2,341 Juta/Gram
Keluhan masyarakat masih seputar perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
Usai dialog, Bupati M. Syukur menyerahkan bantuan berupa santunan kepada anak yatim, masyarakat kurang mampu dan bantuan pembangunan masjid.
Sekira pukul 14.00 wib, rombongan melanjutkan perjalanan Dan singgah di Posyandu Desa Muara Madras Kecamatan Jangkat.
Kedatangan Bupati M. Syukur beserta istri disambut hangat warga Kecamatan Jangkat. Disini, Lavita Syukur memimpin jalannya acara yang mengangkat tema Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
BACA JUGA:Sungai Penuh Naik ke Peringkat 4, Kerinci Terpuruk di Posisi Terakhir MTQ ke-54 Provinsi Jambi
Sementara Lavita Syukur memimpin acara, Bupati M. Syukur bersama rombongan pamit melanjutkan perjalanan menuju Desa Baru Kecamatan Jangkat Timur untuk melihat kondisi kebun jagung yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan.
Sekira pukul 15.30 wib, rombongan tiba di Desa Baru Kecamatan Jangkat Timur. Camat, kepala desa, warga dan para petani menyambut antusias.
Lagi-lagi, Bupati M. Syukur dibuat terkesima dengan lokasi kebun jagung Desa Baru Kecamatan Jangkat Timur. Tanaman jagung tumbuh subur, buahnya besar dan super dan berdampingan dengan kebun kopi yang tak kalah suburnya.
"Ini luar biasa. Desa Baru Jangkat Timur bukan hanya menanam satu hektar jagung, tapi 14 hektar. Hasilnya juga luar biasa, subur dan super. Kata Kadis Pertanian, produksinya minimal 8 ton perhektar. Artinya, Desa Baru berhasil memproduksi sekitar 112 ton jagung dalam tiga bulan dengan nilai ekonomi berkisar Rp. 840 juta. Jadi, tidak perlu lagi menggali yang didalam bumi, cukup mengelola yang diatas bumi juga sudah sejahtera," ungkap Bupati M. Syukur.