BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Saya balik ke Merangin itu bukan untuk mengejar sesuatu, tapi saya berniat mewakafkan diri saya, untuk membangun Merangin. Memang banyak kritikan, tapi saya yakin kritikan itu akan hilang seiring waktu perubahan yang saya lakukan.
Hal tersebut sebagaimana dikatakan Bupati Merangin H M Syukur, pada sambutan pengukuhan pengurus Perkumpulan Keluarga Merangin (PKM) Jambi periode 2025-2028, di Aula Griya Mayang Sari Rumah Dinas Walikota Jambi, Jumat malam (17/10).
BACA JUGA:Astra Agro Raih Penghargaan Pilar Sosial Education for All Advocate di ESG Now Awards 2025
‘’Kalau mencari duit enak saya di Jakarta, tapi ini ada panggilan hati untuk kembali ke daerah, merubah Merangin bisa maju dan berkembang. Untuk mewujudkan itu memang tidak mudah,’’ujar Bupati pada acara yang dihadiri Walikota Jambi tersebut.
Baru selesai dilantik menjadi bupati Merangin terang H M Syukur, sudah ada badai efesiensi anggaran, sehingga semua anggaran dipotong hingga 50 persen. Tidak hanya itu, anggaran baru berjalan, ada lagi pengurangan dana transfer Pusat.
BACA JUGA:Direksi PTPN IV PalmCo Terima Bupati Luwu Timur, Kedepankan Musyawarah untuk Tangani Sengketa Lahan
Namun demikian tegas bupati, Pemerintahan harus tetap berjalan. Bermodal semangat yang tinggi, perubahan harus cepat dilakukan untuk mewujudkan Merangin Baru (Berdayasaing, Akuntabel, Reformis dan Unggul) 2030.
BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Sabtu 18 Oktober 2025, Meroket Lagi dan Sentuh Rp2,7 Juta/Gram
‘’Ketika penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan protokol di Kota Bangko banyak kritikan terjadi. Padahal saya tidak mengusir, tapi saya mengatur supaya Kota Bangko tertib dan indah,’’terang Bupati.
Sekarang jelas bupati, orang baru merasa kalau Kota Bangko sudah berubah, bersih tertib dan nyaman, dulu sampah-sampah terbengkalai dimana-mana. Sekarang tinggal mewujudkan keindahannya.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Jumat 17 Oktober 2025, Hari Ini Meroket Rp78.000/Gram
Keindahan belum muncul, karena taman di bekas lokasi PKL belum dibangun. Anggaran untuk membangun itu belum ada akibat efesiensi dan pengurangan dana transfer daerah tadi serta banyak prioritas lainnya.
‘’Alhamdulillah program bantuan untuk Pondok Pesantren, beasiswa dan Jamkesda tetap bisa berjalan. Sekarang kita sudah bentuk Satgas Penyelamatan Asset daerah. Insya Allah semua asset daerah terselamatkan,’’jelas Bupati.
BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Sabtu 18 Oktober 2025, Meroket Lagi dan Sentuh Rp2,7 Juta/Gram
H M Syukur juga pernah mengundang dan menjamu para pengelola hiburan malam di rumah dinas bupati, sehingga muncul berbagai kritikan. Bupati disebut pilih kasih karena PKL digusur.