Mahasiswa Indonesia Tewas Tertimpa Bongkahan Batu di Mesir, Ini Profilnya

Minggu 14-01-2024,20:58 WIB
Reporter : Dona Piscesika
Editor : Dona Piscesika

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Mahasiswa asal Indonesia yang sedang menimba ilmu di Universitas Al Azhar Kairo tewas tertimpa bongkahan batu di Mesir.

Nama korban adalah Mulia Nata bin Tgk Jumadi, ia merupakan mahasiswa angkatan 2018 di Fakultas Ushuluddin, berasal dari Aceh tepatnya Nagan Raya.

Pada Minggu malam (7/1) waktu setempat, Mulia Nata tekena musibah tertimpa bongkahan batu yang jatuh dari atas bangunan gedung tua.

Usai tertimpa, Mulia Nata langsung dilarikan ke Rumah Sakit Al-Hussein, di rumah sakit Mulia Nata langsung masuk ke ICU.

Salah satu rekan Mulia Nata yang sesama mahasiswa Universitas Al-Azhar bernama Sofyan, terus melaporkan kondisi Mulia Nata kepada pihak keluarga selama beberapa hari perawatannya.

Bahkan informasi terakhir, kondisi Mulia Nata sempat membaik, kondisi nafas dan jantung juga membaik meski tak sadarkan diri, namun ternyata Allah berkehendak lain, Mulia Nata kemudian meninggal dunia pada Kamis (11/1/2024) siang sekitar pukul 14:00 waktu setempat, setelah tiga hari dirawat.

Muhammad Sidqi, Ketua Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir, dikutip dari keterangan resminya yang diunggah di kmamesir.org menyampaikan rasa duka dan belasungkawa atas meninggalnya salah satu anggota KMA Mesir. Menurut nya Tgk. Mulia Nata merupakan pribadi yang rajin dan shalih.

“Kita semua berharap supaya Almarhum diampunkan semua dosanya dan diterima disisi Allah SWT. Tgk. Mulia ialah salah satu individu yang rajin dan cermat. Beliau bahkan selalu hadir dalam majlis ilmu para ulama Al Azhar serta selalu bermulazamah kepada para masyaikh.” Tutur Muhammad Sidqi, Lc.

Sementara itu orangtua Mulia Nata menurut kerabat terdekatnya kepada media, shock dengan kematian putra mereka. Karena semua keluarga benar-benar tak menyangka Mulia Nata akan pergi selama-lamanya di negeri orang saat menempuh pendidikan.

Mulia Nata telah lama hidup berjauhan dengan kedua orangtuanya, karena sejak usia 13 tahun ia sudah menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Ia juga menuntut ilmu dari satu pesantren ke pesantren lainnya.

Mulia Nata pernah belajar di Darul Hikmah dan juga di Dayah Baitussabri Aceh Besar, sejak SMP hingga SMA, semua pun dilaluinya dengan prestasi akademik yang bagus.

Mulia Nata juga pernah mendalami ilmu tarekat di Pondok Al Fatah Temboro Jawa Timur kurang lebih 6 bulan. Sebelum berangkat ke Mesir ia juga mondok di Darul Mustafa Cabang Karanganyer.

Menurut penuturan para sahabatnya, tiga jam sebelum meninggal dunia, Mulia Nata sempat berkirim kabar kepada sahabatnya melalui sambungan telpon.

Di sambungan telpon itu ia mengatakan sedang bahagia karena baru saja pulang dari Saudi Arabia.

Katanya, saat berada di Madinah, ada hal membahagiakan yang ia rasakan karena bisa khatam beberapa kitab.

Ia juga bercerita selama di sana ia juga bisa menjalankan umroh sebanyak 100 kali.

BACA JUGA:Sosok Pegawai Muda Lapas Jambi yang Terancam Hukuman Mati Usai Bisnis Sabu Seberat 52 Kg

Kini semua tinggal kenangan. Sosok Mulia Nata, sesuai namanya, sangat mulia di mata para sahabat-sahabatnya.

Jenazah Mulia Nata rencana akan diterbangkan dari Mesir Sabtu, tiba di Jakarta Minggu dan Senin akan langsung diterbangkan ke Aceh. (*)


Kategori :