Ekonomi Jambi Tumbuh 4,86 Persen, Produksi Batu Bara ‘Terjun Bebas’ Jualan Sepeda Motor Naik Dua Kali Lipat

Rabu 09-08-2023,17:26 WIB
Reporter : Dona Piscesika
Editor : Dona Piscesika

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Ekonomi Jambi triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,86 persen secara year-on-year (y-on-y).

Secara quarter-to-quarter (q-to-q), pertumbuhan ekonomi Triwulan 2-2023 sejalan
dengan pola pertumbuhan triwulanan, yaitu triwulan 2 tumbuh positif dan lebih tinggi dari triwulan 1.

Meski demikian, Secara y-on-y, kinerja ekonomi Triwulan 2-2023 melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan 2 tahun 2021 dan 2022.

Demikian keterangan resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi dikutip Jambi Ekspres Rabu (9/8/2023).

Perekonomian Provinsi Jambi yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp72,88 triliun.

Angka ini diperoleh atas dasar harga berlaku triwulan II-2023. Sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp42,39 Triliun.

Pertumbuhan PDRD menurut lapangan usaha, tertinggi q-to-q Triwulan 2-2023 yaitu Administrasi Pemerintahan 47,14%, Jasa Pendidikan 19,68% dan Jasa Perusahaan 18,11%.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Perusahaan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,86 persen.

Sementara itu distribusi dan pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha, 15 dari 17 lapangan usaha di provinsi Jambi tumbuh positif pada Triwulan 2-2023 (y-on-y).

Dua leading sector, yaitu Pertanian dan Perdagangan melanjutkan tren positif dan tumbuh mengesankan.

Pada Triwulan 2-2023 (y-on-y), pertanian menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 2,13%,

Pertumbuhan sektor pertanian lebih cepat dibandingkan dengan triwulan 1-2023. Berakhirnya musim trek kelapa sawit menyebabkan peningkatan produksi perkebunan tahunan.

Permintaan masyarakat akan daging ayam dan sapi untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha turut memicu peningkatan produksi peternakan.

Menarik, pertambangan yang malah terkontraksi ‘terjun’ untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

Produksi batu bara mengalami penurunan signifikan karena melemahnya permintaan global dan juga terkait dengan pembatasan angkutan batu bara yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Produksi minyak juga terkontraksi secara q-to-q, sedangkan produksi gas bumi mengalami kenaikan.

Pertumbuhan sektor perdagangan pada triwulan 2-2023 mengalami sedikit perlambatan.

Sektor perdagangan tumbuh impresif seiring meningkatnya permintaan barang dan jasa selama perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Inflasi yang terjaga dan peningkatan daya beli masyarakat karena pembayaran THR dan Gaji ke-13 memacu kinerja sektor ini pada triwulan 2-2023.

Ada catatan menarik dari BPS Provinsi Jambi, ternyata penjualan sepeda mengalami peningkatan signifikan, tercermin dari penerimaan BBNKB yang meningkat dua kali lipat dibandingkan triwulan 1-2023.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa perusahaan, administrasi
pemerintahan, serta pengadaan listrik dan gas.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,94 persen.

Komponen pengeluaran selain ekspor dan impor tumbuh positif di atas 5 persen, Sebagai penyumbang utama dari PDRB menurut komponen pengeluaran.

Ekspor terkontraksi 2,82 persen sedangkan konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,80 Persen dan Komponen Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi.

Pada Triwulan 2-2023 (y-on-y), Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi sumber pertumbuhan tertinggi Provinsi Jambi yakni sebesar 2,58%.

Sementara itu peran Jambi bagi perekonomian Sumatera Triwulan 2-2023 cukup penting. Jambi menyokong 6,52 persen perekonomian di Pulau Sumatera.

Memang lebih kecil dibanding Sumatera Utara 23,31 persen, Riau 21,91 persen, Sumatera Selatan 14,22 persen, Lampung 10,28 persen, Kepulauan Riau 7,30 persen, Sumatera dan Barat 6,97 persen,

Sementara Provinsi yang memiliki peran perekonomian lebih kecil dari provinsi Jambi untuk Sumatera Triwulan 2-2023 adalah Aceh sebesar 5,00 persen, Kepulauan Bangka Belitung  2,31 persen dan Bengkulu 2,18 persen. (dpc)


Kategori :