Melayang, Tak Sampai Semenit Sudah Tiba di Lantai 350

Senin 25-11-2013,00:00 WIB

Merasakan Sensasi Puncak Tokyo Skytree, Tower Tertinggi di Dunia

  Lebih dari setahun sejak dibuka untuk umum pada 22 Mei tahun lalu, Tokyo Skytree semakin meneguhkan diri sebagai primadona wisata di ibu kota Jepang tersebut. Ribuan orang setiap hari mengantre untuk naik ke tower setinggi 634 meter itu.

  PRIYO HANDOKO, Tokyo           

               

  Asato, staf lapangan Tokyo Skytree, tampak sibuk Minggu siang lalu (17/11). Gadis 20-an tahun itu harus tegas mengatur antrean pengunjung yang akan masuk lift gedung pencakar langit tersebut agar tidak saling serobot. Berkapasitas 35\"40 orang, lift itu merupakan satu di antara empat lift yang akan mengantarkan pengunjung Tokyo Skytree dari lantai 4 hingga lantai 350 yang biasa disebut tembo deck. Bagi penyandang cacat, disediakan satu lift khusus.

  \"Ayo, lebih ke belakang. Terus merapat,\" kata Asato memberikan instruksi kepada pengunjung yang sudah berada di dalam lift. Semua celah harus terisi biar mampat. Lift baru bergerak bila sudah benar-benar full.

  \"Masih cukup buat dua orang lagi,\" ujarnya lagi sambil menyuruh antrean berikutnya untuk masuk.

  Namun, pengunjung yang disuruh datang bersama istri dan dua anaknya memilih untuk menunggu lift berikutnya. Asato lalu memerintah sepasang turis asal Korea untuk menggantikannya. Begitu pintu tertutup sempurna, lift mulai bergerak dan terus bertambah kencang hingga 600 meter per menit. Tubuh terasa melayang. Dengan kecepatan seperti itu, pengunjung akan tiba di lantai 350 hanya dalam 50 detik. Luar biasa.

  Saat mulai dioperasikan pemerintah Jepang, Tokyo Skytree diharapkan bakal dikunjungi setidaknya 21 juta orang per tahun. Pemasukan negara dari tiket objek wisata tersebut diharapkan mencapai USD 999 juta hingga mampu mendongkrak ekonomi nasional sebesar USD 2 miliar per tahun. Target itu pun langsung terpenuhi pada tahun pertama.

  \"Skytree selalu ramai. Tiap hari ribuan pengunjung naik,\" kata Kristian Agus Arianto yang mendampingi rombongan jurnalis Indonesia dalam kunjungan di Tokyo Skytree itu. Kunjungan bersama Honda Prospect Motor (HPM) tersebut dilakukan sebelum rombongan menyaksikan pesta otomotif akbar Tokyo Motor Show 2013 yang baru dimulai 20 November. 

  Saat rombongan Indonesia tiba pukul 10.00, antrean sudah mengular. Lantaran banyaknya antrean, pengunjung yang datang belakangan rata-rata harus mengantre dua jam untuk mendapatkan giliran masuk lift. Kecuali rombongan yang sudah registrasi seperti kami. Hanya, untuk itu (menghindari antrean panjang), per orang dikenai ongkos ekstra 500 yen (sekitar Rp 94.000, 1 yen = Rp 188).

  \"Kalau hari libur, antreannya bisa sampai tiga jam. Belum termasuk antre beli tiketnya,\" ujar Kristian.

  Loket tiket Tokyo Skytree mulai dibuka pukul 08.00 hingga pukul 21.00. Pengunjung yang hendak menikmati pemandangan kota dari tembo deck itu dikenai biaya 2.000 yen (sekitar Rp 376.000). Tarif pengunjung berusia 12\"17 tahun lebih murah, yakni 1.500 yen (Rp 282.000). Untuk anak-anak 6\"11 tahun, tarifnya hanya 900 yen (Rp 169.200) dan anak-anak 4\"5 tahun cukup 600 yen (Rp 112.800).

  Bagi yang ingin naik lagi hingga ke lantai 445 (tembo galleria), pengelola menarik ongkos tambahan 50 persen dari biaya tiket sebelumnya. Tiketnya bisa dibeli di loket yang ada di tembo deck.

  Meskipun terjadi antrean panjang dan lift selalu penuh, tembo deck dan tembo galleria tidak sumpek. Suasananya tetap nyaman bagi pengunjung. Sebab, ada pengaturan lift yang tersistem dengan baik. Begitu ada lift yang naik, pasti ada yang turun. Dengan demikian, tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung. 

Tags :
Kategori :

Terkait