Jokowi Minta Semua Kerja

Selasa 21-10-2014,00:00 WIB

      Menurut dia, Indonesia selama ini memiliki pemimpin negara yang hebat. Salah satunya adalah presiden ke enam Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, dia juga memuji setinggi langit Jokowi. Menurut dia pria kelahiran Solo itu merupakan presiden muda yang akan memberikan era baru bagi Indonesia. \"Dia akan membawa era baru bagi Indonesia,\" paparnya.

      Tak hanya negara tetangga, salah satu tamu penting yang datang adalah perwakilan dari Negara Rusia. Dalam acara pelantikan itu, Rusia diwakili oleh Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov. Dia berharap Jokowi segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. \"Sehingga kami bisa memulia bekerja sama di dalam berbagai bidang,\" tuturnya.

      Menurut Manturov, hubungan Indonesia dan Rusia selama ini sangat baik. Namun dia yakin peluang untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara sangat besar. Selain itu, kata dia, Indonesia juga berminat mengembangkan teknologi dari Rusia. \"Salah satunya untuk industri nikel,\" ucapnya.

Menteri Ekonomi Harus Professional

Kalangan pengusaha harap-harap cemas menunggu pengumuman Kabinet Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla periode 2014-2019. Pasalnya sosok Menteri ekonomi dalam Kabinet itu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha lima tahun kedepan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan sosok menteri ekonomi dalam Kabinet Pemerintahan Jokowi-JK sangat dinanti-nanti kalangan pengusaha. Pasalnya, ditangan mereka akan lahir kebijakan-kebijakan yang sangat mempengaruhi dunia usaha dalam lima tahun mendatang.\"Kita masih bertanya-tanya siapa kira-kira yang pegang tim ekonomi,\" ujarnya kemarin (20/10).

Pihaknya berharap Menteri bidang ekonomi yang dipilih Jokowi-JK berasal dari kalangan profesional dan mengerti tentang ekonomi makro dan mikro. Selain itu, Kadin berharap Menteri bidang ekonomi Jokowi-JK merupakan sosok yang cinta Tanah Air.\"Kita harapkan yang profesional, yang mengerti permasalahan ekonomi makro mikro dan paling penting export oriented bukan impor,\" tandasnya.

Para menteri bidang ekonomi, katanya, harus dapat melanjutkan kebijakan ekonomi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dianggap baik sekaligus melengkapi dengan program-program terbaru dari Jokowi. \"Mereka sebaiknya dari kalangan professional yang sudah mengerti dan mengenal permasalahan. Menurut saya, kalau mau yang profesional tidak usah jauh-jauh, ada Wamen (Wakil Menteri), Dirjen (Direktur Jenderal),\" tandasnya.

Pria yang akrab dipanggil SBS ini menilai Menteri ekonomi harus bisa menyelesaikan program prioritas Jokowi-JK dalam tempo 100 hari pertama. Salah satu hal krusial yang mesti diselesaikan adalah rencana menaikkan harga BBM subsidi.\"Harus membereskan masalah subsidi BBM, itu yang paling penting. Kemudian alihkan ke pembangunan infrastruktur, karena\" itu tergantung ketersediaan dana,\" sambungnya.

Sama seperti SBS, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat juga berharap Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dapat memilih orang yang mempunyai visi jangka panjang di bidang ekonomi. Salah satunya harus berorientasi ekspor (export oriented). \"Kalau masih import oriented kita akan terus tertinggal dari negara lain. Untuk bisa maju maka Indonesia harus beraliansi dengan pasar yaitu melakukan ekspor lebih besar lagi,\" tegasnya.

Dengan ekspor yang terus meningkat, kata Ade, akan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menteri tim ekonomi juga harus mempunyai visi untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk mengurangi pengangguran.\"Kalau ekspor bisa digenjot bukan tidak mungkin cadangan devisa bisa terus naik hingga lima kali lipat dalam lima tahun dan PDB (product domestic bruto) bisa menembus USD 5.000,\" jelasnya.

Ada Calon Menteri Bertanda Merah

Pengumuman personil yang akan mengisi kabinet pemerintahan Joko Widodo \" Jusuf Kalla tinggal beberapa jam lagi. Nama-nama yang disetorkan Presiden Jokowi kepada untuk di-trakcking tidak semuanya clear.

       Pasca tim transisi menyerahkan 43 nama calon menteri Jokowi-JK ke KPK, pada Jumat (17/10) lalu, KPK langsung bergerak cepat. Pada Minggu malam (19/10), lembaga antirasuah itu sudah melakukan pertemuan dengan Jokowi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung singkat sekitar 45 menit itu khusus untuk membahas nama-nama calon menteri yang telah disetor di awal.

                Informasi yang didapat Jawa Pos, ada beberapa calon menteri yang akhirnya diberi tanda merah. Tanda itu adalah petunjuk bagi seseorang yang dianggap KPK beresiko tinggi.

                Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengatakan, pihaknya memberi masukan sesuai yang diminta oleh Jokowi. Yang beresiko tinggi diberi tanda merah dan yang dianggap kurang mendapat cap warna kuning. \"Kita nggak pake istilah lolos tidak lolos. Tapi memberi masukan sesuai yang diminta,\" ujarnya di kantor KPK, Jakarta, kemarin (20/10).

Tags :
Kategori :

Terkait