Titik Api Terus Bermunculan, Dua Helikopter Fokus di Dua Titik

Senin 31-07-2017,00:00 WIB

 JAMBI-Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) Provinsi Jambi terus berupaya memadamkan  sejumlah titik api. Namun demikian, kemarin (29/7) kembali muncul 5 titik api baru di Kabupten Sarolangun, Tebo, Tanjab Barat dan Tanjab Timur.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jambi Hamdan, melalui Kasi Penangulangan Karhutla BPBD Jambi, Raspen mengatakan, 2 helikopter saat ini tengah melakukan pemadaman di 2 titik.

“Heli Kamov dengan kapasitas 5 ton water bombing di Sarolangun. Heli bel water bombing di Tanjab Barat,” kata Raspen kemarin (29/7).

Di Sarolangun kata dia, kebakaran terjadi di PT Tunas Tani Utama Desa Sungai Baung  Kabupaten Sarolangun, sedangkan di Mendahara Ulu Tanjab Barat ada 2 titik api yang menjadi fokus.

“Untuk titik lainya di Tebo dan Tanjab Timur msih dilakukan pengecekan oleh tim darat,” imbuhnya.

Lanjutnya, penindakan secara tegas akan dilakukan oleh Satgas Karhutla Jambi kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan. Sejauh ini Satgas berhasil mengamankan satu pelaku pembakaran yang berasal dari Kabupaten Tebo belum lama ini.

Di lokasi yang telah terbakar, kata Raspen, tim akan memasang garis polisi sabagai tanda lokasi tersebut tengah dalam penyelidikan.  “Untuk luasan lahan yang terbakar saat ini masih dalam penghitungan,” sebutnya.

Terpisah Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli mengatakan, agar masyarakat tidak melakukan pembakaran  ketika membuka lahan. Ia mengaharapkan masyakat juga ikut menjaga hutan dan lahan, agar kejadian seperti tahun 2015 lalu tidak terulang.

“Jangan sampai kejadian itu terulang lagi,” katanya.

Zola memberi apresiasi kepada Satgas Karhutla atas penanganan yang dilakukan. Status siaga yang telah ditetapkan ini agar kejadian tahun 2015 tidak terulang lagi.

”Yang paling diwaspadai adalah daerah yang memiliki lahan gambut yakni, Tanjab Barat, Tanjab Timur dan Muaro Jambi,” katanya.

Bantuan Helikopter water bombing dari BNPB sebut Zola, sangat membatu dalam penanganan. Satgas dapat bergerak dengan cepat memadamkan dari udara dibantu dengan  Heli. Dengan lahan  yang terbaka telah mencapai 350 ha, Zola mengaharapakan semua pihak berperan aktif dalam pencegahan Karhutla.

 Sebelumnya, data koran ini mencatat, sejak Januari hingga 27 Juli 2017 ini, diperkirakan sudah 300 hektar lebih lahan di Provinsi Jambi terbakar. Ini baru estimasi, karena untuk data pasti, pihak Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi masih melakukan pendataan.

 Kasi Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Donny Osmond, mengatakan, untuk jumlah pasti lahan yang terbakar, belum bisa disebutkan.

“Ini masih estimasi, sekitar 350 hektar lahan terbakar sepanjang tahun ini. Itu baru estimasi ya, baru perkiraan. Itu di seluruh wilayah di Provinsi Jambi,” katanya.

Tags :
Kategori :

Terkait