Dewan Maksa Minta Uang, CB: Pertemuan Inisiatif Pimpinan

Selasa 13-03-2018,00:00 WIB

Erwan Malik juga diberikan kesempatan memberikan pertanyaan kepada saksi. Erwan Malik menanyakan apakah benar pimpinan dewan meminta jatah proyek dan fee proyek jembatan layang? Chumaidi membenarkan hal tersebut.

Menurut Erwan, dirinya dipanggil oleh pimpinan dewan sebanyak empat kali untuk membahas uang ketok palu dan jatah proyek tersebut

‘‘Kok pimpinan ini minta proyek, kenapa tidak uang saja. Sempat saya tawarkan kepada pimpinan seperti itu,’‘ katanya.

Menjawab pertanyaan Erwan Malik,  Chumaidi membenarkan adanya permintaan proyek tersebut. ‘‘Iya ada. Tapi saya tidak mau tahu,’‘ tegasnya.

Namun, Chumaidi menegaskan bahwa dirinya juga menolak tawaran dari Erwan Malik itu. ‘‘Waktu itu saya tolak. Saya pikir ini akan jadi balak ini,’‘ jawabnya.

 

 

Sementara itu, paska kesaksian Cornelis, Chumaidi dan Zainul Arfan, beberapa ketua fraksi, yakni Ketua Fraksi Gerindra Muhammadiyah, Ketua Fraksi Bintang Keadilan Rudi Wijaya dan Ketua Fraksi PKB Sofyan Ali yang dimintai kesaksiannya.

Muhammadiyah  (Memed, red) dalam kesaksiannya mengakui sudah mengetahui ada uang ketok palu. Ia menyebut, mendapat telpon dari Supriono pada Sabtu malam 24 November 2018.

‘‘Saya ditelpon supriono, ia menanyakan apakah pada Sidang Paripurna saya akan hadir,’‘katanya.

Dalam percakapanya dengan Supriono, Memed menjelaskan, Supriono memberikan informasi adanya uang ketok palu.

‘‘Yang itu (uang ketok palu, red) ada,’‘ kata Muahamadiah  turunkan Supriono.

Di hari yang sama, Muhamadiah juga mengaku ditelpon Saipudin. Ia mengatakan, perbincangan sama seperti pertanyaan Supriono.

‘‘Amanah dapat perintah, agar paripurna kuorum, ado yang mengancam tidak mau hadir,’‘ tiru

Muhamadiah terhadap perkataan Saipudin.

Kemudian ketika ditanya bagian Gerindra, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Saipudin untuk mengaturnya, kecuali bagian Bustami Yahya dan Syahbandar.

Tags :
Kategori :

Terkait