MITSUBISHI JANUARI 2026

Edukasi Pencegahan Anemia dengan Model Emo Demo ATIKA

Edukasi Pencegahan  Anemia  dengan  Model  Emo Demo ATIKA

Peserta yang merupakan Desa Mudung Darat Kabupaten Muaro Jambi--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi melalui Jurusan Promosi Kesehatan, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2026 dengan tema Edukasi Kesehatan melalui Metode Emo Demo ATIKA (Ati, Telur, dan Ikan) sebagai Upaya Pencegahan Anemia. Kegiatan dipimpin Dr. Winda Triana, S.Pd., M.Kes., bersama Ary Irfan, S.Pd., M.Kes., serta mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan, Dania, Pijar, dan Firza.

BACA JUGA:Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke 81, Kanwil Kemenkum Jambi Teguhkan Transformasi Pelayanan Hukum


Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi melalui Jurusan Promosi KesehatanItu --

Pengabdian dilaksanakan di Desa Mudung Darat, Kabupaten Muaro Jambi, dengan sasaran remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Peserta mendapatkan edukasi secara interaktif melalui penyampaian materi dan demonstrasi pengolahan makanan berbahan dasar hati, telur, dan ikan sebagai sumber zat besi yang mudah diperoleh, terjangkau, dan dapat diolah menjadi berbagai menu bergizi.

“Dengan biaya sekitar Rp10.000, bahan ATIKA dapat diolah menjadi berbagai variasi menu. Telur  Rp2.000, hati Rp2.000, dan ikan kembung Rp3.000. Menu tersebut dapat memenuhi kebutuhan zat besi perhari  dengan dikreasikan menjadi menu makanan bergizi untuk keluarga,” ujar Dr. Winda Triana.

BACA JUGA:Apresiasi Padel Cup Gubernur HUT ke-81 RI,Hafiz Fattah Harap Kategori 'Pasutri' Bikin Rumah Tangga Makin Solid

Sebanyak 52 peserta berinteraksi dan mempraktikkan pembuatan tiga jenis olahan menu ATIKA. Menurut Winda, hati, telur, dan ikan merupakan bahan pangan yang mengandung zat besi dan berperan dalam membantu pembentukan sel darah merah sehingga dapat mendukung pencegahan anemia pada remaja putri   sebagai calon ibu,  remaja  putri  mengalami mentruasi  berada dalam masa pertumbuhan sehingga  membutuhkan lebih banyak asam folat  dan zat besi.

BACA JUGA:Pejabat Mundur di Era Maulana-Diza Disorot, Pengamat: Jangan Asal Dilantik

Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah diberi edukasi melalui demontrasi. Peserta  antusias mengikuti edukasi, aktif berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik pengolahan makanan. Hal ini juga didukung Pemerintah Desa Mudung Darat dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut

Winda menambahkan, model edukasi ATIKA masih dapat dikembangkan dengan berbagai kreasi resep lainnya. Keberlanjutan program diharapkan dapat dipantau oleh bidan desa bersama kader dan PKK dengan mengembangkan menu berbahan pangan kaya zat besi lainya yang mudah dan terjangkau. Dikatakan juga olahan menu ATIKA dapat menjadi sumber  tambahan penghasilan keluarga dengan membuat usaha UMKM disekitar  tempat  tinggal sebagai ekonomi  kreatif warga.

“Diakhir kegiatan Winda  menyampaikan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber daya alam juga sangat penting   dikembangkan  untuk memenuhi kebutuhan  zat besi  tersebut, sehingga penerapan pola makan bergizi seimbang dapat terpenuhi, ditambahkan juga alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan  zat besi disarankan secara rutin serta patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah 6  butir  selama  menstruasi dan   satu butir  perminggu ,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait