Edukasi Pencegahan Anemia dengan Model Emo Demo ATIKA
Peserta yang merupakan Desa Mudung Darat Kabupaten Muaro Jambi--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi melalui Jurusan Promosi Kesehatan, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2026 dengan tema Edukasi Kesehatan melalui Metode Emo Demo ATIKA (Ati, Telur, dan Ikan) sebagai Upaya Pencegahan Anemia. Kegiatan dipimpin Dr. Winda Triana, S.Pd., M.Kes., bersama Ary Irfan, S.Pd., M.Kes., serta mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan, Dania, Pijar, dan Firza.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi melalui Jurusan Promosi KesehatanItu --
Pengabdian dilaksanakan di Desa Mudung Darat, Kabupaten Muaro Jambi, dengan sasaran remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Peserta mendapatkan edukasi secara interaktif melalui penyampaian materi dan demonstrasi pengolahan makanan berbahan dasar hati, telur, dan ikan sebagai sumber zat besi yang mudah diperoleh, terjangkau, dan dapat diolah menjadi berbagai menu bergizi.
“Dengan biaya sekitar Rp10.000, bahan ATIKA dapat diolah menjadi berbagai variasi menu. Telur Rp2.000, hati Rp2.000, dan ikan kembung Rp3.000. Menu tersebut dapat memenuhi kebutuhan zat besi perhari dengan dikreasikan menjadi menu makanan bergizi untuk keluarga,” ujar Dr. Winda Triana.
Sebanyak 52 peserta berinteraksi dan mempraktikkan pembuatan tiga jenis olahan menu ATIKA. Menurut Winda, hati, telur, dan ikan merupakan bahan pangan yang mengandung zat besi dan berperan dalam membantu pembentukan sel darah merah sehingga dapat mendukung pencegahan anemia pada remaja putri sebagai calon ibu, remaja putri mengalami mentruasi berada dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan lebih banyak asam folat dan zat besi.
BACA JUGA:Pejabat Mundur di Era Maulana-Diza Disorot, Pengamat: Jangan Asal Dilantik
Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah diberi edukasi melalui demontrasi. Peserta antusias mengikuti edukasi, aktif berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik pengolahan makanan. Hal ini juga didukung Pemerintah Desa Mudung Darat dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut
Winda menambahkan, model edukasi ATIKA masih dapat dikembangkan dengan berbagai kreasi resep lainnya. Keberlanjutan program diharapkan dapat dipantau oleh bidan desa bersama kader dan PKK dengan mengembangkan menu berbahan pangan kaya zat besi lainya yang mudah dan terjangkau. Dikatakan juga olahan menu ATIKA dapat menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga dengan membuat usaha UMKM disekitar tempat tinggal sebagai ekonomi kreatif warga.
“Diakhir kegiatan Winda menyampaikan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber daya alam juga sangat penting dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan zat besi tersebut, sehingga penerapan pola makan bergizi seimbang dapat terpenuhi, ditambahkan juga alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan zat besi disarankan secara rutin serta patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah 6 butir selama menstruasi dan satu butir perminggu ,” tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




