Edukasi Pencegahan Anemia dengan Model Emo Dmo ATIKA
Edukasi Kesehatan dengan Metoda Emo Demo Atika (Ati, Telur dan Ikan)--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi melalui Jurusan Promosi Kesehatan (Promkes), melakukan Pengabdian Masyarakat, Dosen dan mahasiswa tahun 2026. Tema kegiatan ini adalah Edukasi Kesehatan dengan Metoda Emo Demo ATIKA (Ati, Telur dan Ikan), sebagai Upaya Pencegahan Anemia di Desa Mudung Darat Kabupaten Muaro Jambi. Ketua Tim Dr. Winda Triana, SPd.,M.Kes bersama anggota Ary Irfan, S.Pd.,M.Kes dan mahasiswa Jurusan Promkes yaitu Dania, Pijar dan Firza.
Kegiatan dilakukan di Desa Mudung darat Kabupaten Muaro Jambi, dengan sasaran remaja putri. Kegiatan edukasi metode Emo (emosional) Demo (demonstrasi) ATIKA, peserta diberikan edukasi secara interaktif melalui teori dan praktik pengolahan bahan dasar ati telur dan ikan, sebagai sumber makanan kaya zat besi yang murah, dan dapat diperoleh dengan mudah disekitar tempat tinggal, harga terjangkau (telur Rp. 2000), ati (Rp. 2000) ikan kembung (Rp.3000), hanya bermodal Rp.10.000 sehari menu ATIKA dapat diolah dengan berbagai variasi menu 3 porsi makanan balita untuk sehari.
BACA JUGA:Pejabat Mundur di Era Maulana-Diza Disorot, Pengamat: Jangan Asal Dilantik
"ATIKA adalah makanan tinggi zat besi yang bermanfaat untuk membantu pembentukan sel darah merah mencegah anemia. Jumlah peserta 52 orang dibagi dalam 5 kelompok, perkelompok peserta membuat 3 macam olahan menu ATIKA," kata Dr. Winda Triana, SPd.,M.Kes, Senin (17/8).
Menurutnya, hasil kegiatan edukasi dievaluasi melalui pretes dan postes terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Metode Emo Demo ATIKA efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap upaya pencegahan anemia, para peserta tampak antusias mengikuti. Dan aktif berdiskusi, serta berpartisipasi dalam demonstrasi pengolahan menu. Pemerintah Desa Mudung Darat dan masyarakat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.
BACA JUGA:DWP Pengayoman Kanwil Kemenkum Jambi Rayakan HUT RI ke-81 dalam Suasana Penuh Kebersamaan
"Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja," jelasnya.
Ketua Tim Pengabdian menyampaikan bahwa menu olahan ATIKA dapat dikembangkan lebih banyak lagi dengan kreasi resep lain. Edukasi ini perlu dilanjutkan oleh bidan desa, bersama kader PKK, menciptakan dengan menu lain yang dari makanan kaya zat besi.
"Diharapkan para remaja putri tidak hanya memahami pentingnya pencegahan anemia, tetapi juga mampu menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan mengonsumsi hati, telur, dan ikan secara rutin serta patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




