MITSUBISHI JANUARI 2026

Musi Banyuasin Siap Jadi Percontohan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Indonesia

Musi Banyuasin Siap Jadi Percontohan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Indonesia

Ilustrasi buah kelapa sawit-DOK Jambi Ekspres-

SEKAYU, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) siap menjadi model nasional dalam pengembangan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi guna meningkatkan nilai tambah produksi serta kesejahteraan para petani.

Komitmen kuat tersebut ditegaskan oleh Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, S.H., saat membuka Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang dipadati sekitar 800 peserta dari 16 provinsi di Gedung Opproom Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Targetkan Luas Kemitraan Sawit Rakyat Tembus 64.176 Hektare pada 2029

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting nasional, di antaranya Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Farida Farichah, S.Pd., M.Si., Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Dr. Ir. M. Abdul Ghani, M.Si., Wakil Bupati Muba Kiyai Abdur Rohman Husen, Kepala Dinas Koperasi Sumsel Dr. Hj. Mega Nugraha, S.H., M.Si., serta unsur Forkopimda dan DPRD Muba.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pasaman Barat 15 Agustus 2026 Tertinggi Rp4.055/Kg, Terendah Rp3.190/Kg, Berikut Rinciannya

Dalam sambutannya, Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H. menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan menjadikan Muba sebagai lokasi penyelenggaraan seminar tingkat nasional ini. “Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, kami mengucapkan selamat datang kepada Menteri Koperasi beserta rombongan. Ini sebuah kehormatan bagi Muba sekaligus kesempatan besar untuk memperkuat sinergi dalam membangun hilirisasi sawit berbasis koperasi,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa agenda ini harus mampu melahirkan langkah nyata agar koperasi tidak lagi sekadar menjadi wadah penampung, melainkan mampu mengelola industri secara mandiri.

“Kita ingin koperasi naik kelas. Tidak hanya menjadi wadah petani, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mengelola produksi hingga pengolahan. Dengan begitu, nilai tambah sawit bisa kembali lebih besar kepada masyarakat,” tegas Toha. Menurutnya, potensi perkebunan sawit Muba yang melimpah memerlukan penguatan koperasi dan hilirisasi sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Bengkulu Periode II Agustus 2026 Tertinggi Rp3.464/Kg, Berikut Rincian Harga TBS 16-31 Agustus

Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono, mengamini hal tersebut dan mendorong integrasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. “Seminar ini membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi badan usaha yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani sawit. Kita ingin membangun model yang mengintegrasikan petani, koperasi dan industri dari hulu hingga hilir,” katanya.

Ia menambahkan bahwa konsep ini akan diuji dari aspek hukum, sosial, teknis, lingkungan, dan komersial sebelum direplikasi secara nasional, di mana keberadaan pabrik CPO KUD Sejahtera di Muba bakal dijadikan contoh konkrit.

BACA JUGA:Tingkatkan Pendapatan Warga, PTPN IV Regional IV Salurkan 1.500 Bibit Nanas untuk Dua Desa di Tanjab Timur

Dukungan serupa disampaikan oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani, M.Si., yang menyatakan kesiapan korporasi dalam menyokong penguatan kapasitas petani daerah.

“Kami akan membangun kemitraan dengan petani yang berhimpun dalam koperasi. Model kemitraan ini nantinya akan menjadi percontohan yang dapat dikembangkan di tempat-tempat lain,” tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait