Pemkot Jambi Siapkan Solusi untuk SMA 12
Pemkot Jambi Siapkan Solusi untuk SMA 12-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Suasana belajar ratusan siswa SMA Negeri 12 Jambi yang selama ini berdampingan langsung dengan rumah potong hewan akhirnya mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Jambi.
Aroma menyengat dan aktivitas pemotongan hewan yang kerap mengganggu lingkungan sekolah kini disiapkan solusinya.
BACA JUGA:Hotel dan Mess Kafilah Mulai Didata, Kota Jambi Matangkan Persiapan MTQ Provinsi 2026
Wali Kota Jambi, Maulana, memastikan pemerintah akan melakukan penataan ulang kawasan rumah potong hewan yang berada di area Dinas Pertanian Kota Jambi.
Langkah itu dilakukan demi menciptakan kenyamanan bagi lebih dari 900 siswa yang setiap hari belajar di lokasi tersebut.
BACA JUGA:Berikut Daftar Kepala Daerah Pemenang Disway Top Regional Leader Awards 2026
“Di sini ada SMA 12 dengan murid lebih dari 900 anak. Mereka belajar bersebelahan langsung dengan rumah potong hewan yang masih sangat terbuka,” ujar Maulana.
Menurutnya, kondisi itu tidak layak dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu konsentrasi belajar siswa serta kenyamanan lingkungan sekolah. Selain bau menyengat, aktivitas operasional rumah potong hewan dinilai terlalu dekat dengan area pendidikan.
Pemkot Jambi pun menyiapkan langkah penataan dengan membuka akses khusus menuju rumah potong hewan agar aktivitas kendaraan dan operasional tidak lagi melintas di sekitar sekolah.
“Kita punya lahan sekitar setengah hektare di belakangnya. Akan kita timbun dan dibuat akses tersendiri untuk rumah potong hewan,” katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membangun pagar pembatas yang lebih tinggi sebagai pemisah antara sekolah dan rumah potong hewan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak bau serta aktivitas dari area pemotongan hewan terhadap lingkungan belajar siswa.
“Perbatasan dengan sekolah akan dibuat pagar tinggi supaya anak-anak tidak tercemar dan tidak terganggu bau maupun aktivitas lainnya,” lanjut Maulana.
Ia mengatakan persoalan itu juga telah dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jambi karena lahan di kawasan tersebut merupakan aset milik Pemprov Jambi. Pemerintah berharap penataan tersebut menjadi solusi jangka panjang tanpa menghentikan operasional rumah potong hewan.
“Anak-anak harus bisa belajar dengan nyaman, sementara program rumah potong hewan tetap berjalan dengan baik,” tutupnya. (hfz)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




