MITSUBISHI JANUARI 2026

Siaga Hadapi Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla hingga Strategi Agronomi

Siaga Hadapi Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla hingga Strategi Agronomi

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID— Wacana kemarau ekstrem yang belakangan populer dengan sebutan “El Nino Godzilla” memicu kewaspadaan berbagai pihak, termasuk pelaku industri perkebunan. Meski istilah tersebut dinilai tidak ilmiah, ancaman kekeringan tetap menjadi perhatian serius, terutama bagi sektor kelapa sawit yang sangat bergantung pada keseimbangan curah hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, istilah tersebut tidak dikenal dalam kajian klimatologi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut klasifikasi El Nino secara resmi hanya terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat.

BACA JUGA:Sambut Idul Fitri 2026, PTPN IV PalmCo Berikan Bantuan Sosial Berkelanjutan

“Saat ini prediksi kami menunjukkan peluang 50–60 persen terjadinya El Nino lemah hingga moderat setelah semester kedua,” ujarnya.

Kendati demikian, bagi industri sawit, potensi anomali cuaca sekecil apa pun tetap memerlukan langkah antisipatif. Hal itu pula yang mendorong PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga menghadapi musim kemarau tahun ini.

BACA JUGA:PTPN IV Regional IV Gelar Program 'Membuka Pintu Langit-One Day One Khatam', Khatam Al-Qur’an 10 Kali Sehari

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, perusahaan memilih mengambil pendekatan konservatif dengan menyiapkan mitigasi sejak dini.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan tetap kami jalankan seolah menghadapi skenario terburuk,” kata Jatmiko, Selasa (31/3/2026), di Jakarta.

Salah satu fokus utama adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kerap menjadi dampak paling merugikan saat kemarau panjang melanda wilayah perkebunan, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

BACA JUGA:Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, PTPN IV PalmCo Kucurkan CSR Rp2,4 Miliar & Gandeng Ribuan Petani

Menurut Jatmiko, pendekatan penanganan kini bergeser dari responsif menjadi preventif. Perusahaan mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara) untuk memantau potensi kebakaran secara real time.

“Sistem ini membantu kami mendeteksi titik panas lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas,” ujarnya.

Namun, ia menekankan, teknologi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di lapangan. Setiap peringatan dari sistem akan langsung ditindaklanjuti oleh tim yang siaga di wilayah operasional.

BACA JUGA:Lebaran 2026, PTPN IV PalmCo Berangkatkan 1.160 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: